Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anime One Piece Remake! Visual Lebih Menawan, Efek Pertarungan Lebih Ciamik Dibandingkan Original

A
Penulis: Agung Sedana❯
Anime one piece remake. (FOTO: Jawa Pos Radar Situbondo)
Anime one piece remake. (FOTO: Jawa Pos Radar Situbondo)

Advertisement

RADARSITUBONDO.ID - Proyek anime The One Piece garapan WIT Studio bersama Netflix menjadi jawaban langsung atas hambatan jumlah episode versi Toei Animation yang kini telah menembus lebih dari 1100 episode.

Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah pacing (ritme cerita) yang lambat akibat sistem kejar tayang mingguan, sekaligus menjadi pintu masuk yang ramah bagi penonton baru yang kerap terintimidasi oleh panjangnya durasi serial asli.

Sejak debutnya pada tahun 1999, Toei Animation sebenarnya berhasil membangun basis massa yang masif. Namun, tuntutan untuk menjaga jarak aman agar tidak mendahului cerita manga karya Eiichiro Oda membuat adaptasi berjalan lambat, bahkan sering kali hanya mengadaptasi kurang dari satu bab manga per episode.

Advertisement

Melalui proyek remake ini, format penayangan akan diubah menjadi musiman (seasonal) guna menjamin efisiensi narasi dan kualitas visual yang konsisten tanpa konten pengisi (filler).

Mengompresi East Blue Saga ke Format Modern

Remake yang diberi judul The One Piece ini dijadwalkan memulai debutnya dengan memangkas dinamika awal perjalanan Monkey D. Luffy. Fokus utama musim pertama adalah mengadaptasi East Blue Saga, wilayah fundamental tempat kru Topi Jerami pertama kali dibentuk sebelum memasuki Grand Line.

Advertisement

Penyempurnaan teknis paling signifikan terletak pada modernisasi aspek visual. Karakter desainer sekaligus Kepala Sutradara Animasi, Kyoji Asano, mengonfirmasi peralihan format dari rasio aspek 4:3 yang lazim pada era animasi 1990-an menjadi format widescreen modern.

Perubahan ini krusial mengingat format visual lawas sering kali menjadi penghalang psikologis bagi penonton generasi z dan alfa yang terbiasa dengan standar visual berdefinisi tinggi.

Strategi Global Netflix dan Ambisi Menembus Pasar Generasi Baru

Ekosistem One Piece mengalami lonjakan popularitas baru setelah kesuksesan adaptasi live-action oleh Netflix pada akhir 2023. Proyek remake animasi ini merupakan langkah lanjutan Netflix untuk menjaga retensi penonton global yang tertarik dengan versi manusia, namun enggan menonton versi anime orisinal yang terlalu panjang.

Presiden WIT Studio, George Wada, dalam wawancaranya menegaskan bahwa proyek ini mengemban misi besar dari Eiichiro Oda untuk memperluas penetrasi kebudayaan manga Jepang ke seluruh dunia. Menariknya, strategi ini juga menciptakan dinamika baru dalam industri.

Saat Toei Animation fokus menyelesaikan Final Saga (seperti Arc Elbaph yang sedang berjalan), WIT Studio bertugas meregenerasi basis penggemar dari titik nol cerita dengan standar estetika abad ke-21.

Advertisement
Editor : Agung Sedana

Artikel Terkait

Blackbeard Jadi Counter Alami Imu, Kekuatan Ini Bisa Jadi Kunci Perang Terakhir One Piece

Blackbeard Jadi Counter Alami Imu, Kekuatan Ini Bisa Jadi Kunci Perang Terakhir One Piece

Blackbeard memiliki Yami Yami no Mi yang mampu meniadakan kekuatan Buah Iblis. Kemampuan ini bisa menjadi counter Imu dalam perang terakhir One Piece.

4 Karakter yang Bisa Mengakses Kekuatan Nika di One Piece, Luffy Bukan Satu-satunya

4 Karakter yang Bisa Mengakses Kekuatan Nika di One Piece, Luffy Bukan Satu-satunya

Gear 5 Luffy bukan sekadar transformasi. Kenali hubungan Luffy, Joy Boy, Jewelry Bonney dan Sun God Nika dengan kekuatan Hito Hito no Mi, Model: Nika.

Imu Tak Perlu Mengalahkan Gear 5, Terungkap Cara Melemahkan Pertahanan Luffy

Imu Tak Perlu Mengalahkan Gear 5, Terungkap Cara Melemahkan Pertahanan Luffy

One Piece memperkenalkan Omen sebagai kekuatan misterius milik Imu yang mampu menekan Loki dan menusuk Luffy dengan Vohu. Benarkah Omen berada di atas Haki dan Devil Fruit?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer