RadarSitubondo.id – Teka-teki video mesum yang diduga dibuat di pemakaman warga etnis Tionghoa di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, tampaknya mulai terang.
Salah satu warga, Fahmi Anang, 25, yang rumahnya di dekat lokasi pemakaman itu mengaku sempat melihat ada dua anak usia sekolah datang ke lokasi tersebut pada Minggu (22/10) lalu.
Fahmi menyampaikan, kedua remaja berkelamin laki-laki dan perempuan itu melintas di jalan menuju makam pada siang hari.
Hanya saja, ia mengaku tidak bisa memastikan jika dua remaja yang dilihat itu pelaku dalam video tersebut.
“Papasan di jalan paving menuju makam, saya gak berfikir aneh-aneh,” ucapnya.
Fahmi mengaku baru mengetahui ada video mesum berdurasi 43 detik itu dari media sosial (medsos). Saat dilihat, ia meyakini tempat yang dijadikan latar video itu pemakaman dekat rumahnya.
“Saya tahu di facebook dan IG (Instagram). Gak menyangka jika tempat ini dijadikan tempat mesum,” terangnya.
Menurut Fahmi, pemakaman yang dipakai dua remaja melakukan hubungan badan itu, tempat yang biasa dijadikan para pekerja bangunan beristirahat.
“Tempat itu memang dibuat istirahat para pekerja bangunan, tempat istirahat kalau siang. Pembuatan video diduga dilakukan pada Minggu saat pekerja libur,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, heboh beredarnya video tidak senonoh berdurasi 43 detik di platform media sosial (medsos) Instagram dan Tiktok, lokasinya diduga di pemakaman warga etnis Tionghoa di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Aparat kepolisian juga dibuat kebakaran jenggot.
Anggota Polsek Genteng mendatangi lokasi pemakaman Cina yang berada di dataran tinggi itu, Jumat (27/10).
Mereka mengecek beberapa makam, yang dikaitkan dengan video mesum yang beradar di medsos.
“Kami datang untuk mengecek dan memastikan video di medsos itu, dan ternyata video itu memang dibuat di sini (pemakaman Cina),” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Agus Purnomo. (sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin