RadarSitubondo.id - Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, terkenal sebagai desa yang masih melestarikan warisan leluhur.
Salah satu warisan nenek moyang yang masih dilestarikan adalah tradisi ojung.
Tradisi yang sudah ada sejak zaman leluhur itu sampai saat ini masih dilakukan oleh warga Desa Bugeman, Kendit.
Di Bugeman itu Ojung sudah masuk peraturan desa (perdes) yang diadakan tiap tahun.
Selain itu, ada juga seni rias pengantin tradisional yang cukup banyak di Bugeman salah hingga didirikan sanggar.
Dilansir dari Radar Surabaya, Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, adalah salah satu penerima fasilitasi dari program Pemajuan Kebudayaan Desa yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sejak tahun 2021.
Tradisi Ojung Desa Bugeman sudah ditetapkan sebagai WBTb di tahun 2019 dengan domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan.
Selain itu, di tahun 2023 lalu Desa Bugeman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pagelaran Budaya bertema Mertè Pangan Dhisa Bugeman ‘Pelestarian Kekayaan Pangan Desa Bugeman’ yang difasilitasi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan merupakan rangkaian kegiatan Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK).
Dimana kegiatan tersebut menekankan pada aspek ketahanan pangan sebagai modal utama dalam implementasi pemajuan kebudayaan.
Jadi itulah beberapa alasan mengapa Desa Bugeman disebut sebagai desa budaya di Situbondo. (*)
Editor : Ali Sodiqin