RADAR SITUBONDO - Ada fakta yang wajib kalian tau dalam tradisi ojhung Kabupaten Situbondo.
Tradisi yang sudah menjadi keharusan di Desa Bugeman ini punya daya tarik tersendiri.
Mereka yang bermain ojhung akan saling pukul, saling serang ke badan lawan dengan menggunakan rotan.
Namun faktanya, kendati dipukul beberapa kali, para peserta tidak ada yang sampai cedera.
Tahukah kalian? Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, rupanya para pemain Ojhung bukan lelaki sembarangan. Mereka adalah yang telah “diisi” secara ritual sehingga memiliki kekuatan tahan sakit akibat pukulan.
Jika sampai terlihat goresan-goresan akibat pukulan di punggung, bahkan sampai keluar darahnya, mereka tetap tersenyum.
Bahkan sama sekali tidak terucap kata mengaduh. Malah dari kalangan penonton kadang terdengar jeritan kesakitan yang membayangkan seolah-olah dirinya yang kena sabetan.
Masih melansir dari rilis yang sama, dalam tradisi ojhung juga ada peran “dukun” atau seseorang yang diyakini memiliki kekuatan tertentu.
Dengan kekuatan tersebut sanggup menyembuhkan luka hanya dengan cara mengolesnya dengan taburan beras kuning dan kulit pisang.
Malah ada yang cukup dengan usapan telapak tangan saja. Lelaki ini sejak semula sudah berada di atas panggung sebelum acara dimulai, menabur-menaburkan beras kuning dari wadah berupa bokor dengan tujuan menolak bala.
Ojhung sendiri diyakini bisa menolak bencana alam dan tradisi ini menjadi agenda rutin Pemdes Bugeman.(*)
Editor : Ali Sodiqin