Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hunting Foto Gerhana Bulan Total! Rahasia Setting Kamera untuk Hasil Maksimal

Bayu Shaputra • Minggu, 7 September 2025 | 23:45 WIB
Gerhana bulan.
Gerhana bulan.

RADARSITUBONDO.ID - Malam 7-8 September 2025 akan istimewa bagi fotografer dan pecinta astronomi di Indonesia. Gerhana bulan total "Blood Moon" akan menghiasi langit malam, memberikan peluang langka untuk fotografi.

Gerhana bulan total ini berlangsung lama, memberi banyak kesempatan untuk bidikan terbaik. Fenomena dimulai pukul 22.28 WIB dengan fase penumbra, lalu fase sebagian pada pukul 23.35 WIB. Fase totalitas berlangsung 1 jam 22 menit, mulai pukul 01.11 WIB hingga 01.52 WIB pada 8 September.

Puncak gerhana sekitar pukul 01.11 WIB saat bulan berwarna merah darah. Warna ini muncul karena hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi, menciptakan efek visual fotogenik.

 Baca Juga: Mengapa Tubuh Sering Kedutan? Penyebab, Pertanda, dan Cara Mengatasinya

Kesuksesan fotografi gerhana bergantung pada persiapan peralatan. Kamera DSLR atau mirrorless dengan sensor full-frame memberikan hasil optimal, tetapi sensor APS-C juga memadai. Lensa telephoto minimal 200mm direkomendasikan untuk detail bulan.

Tripod kokoh sangat penting untuk stabilitas selama exposure panjang. Pilih tripod yang stabil meski ada angin.

Remote shutter atau interval timer menghindari getaran saat menekan tombol shutter. Jika tidak ada, gunakan fitur self-timer 2-10 detik di kamera modern.

 Baca Juga: Ini Profil Abigail Limuria, yang Kini Menjadi Perbincangan Hangat di Media Sosial

Pengaturan kamera berbeda tergantung fase gerhana. Untuk fase awal dan akhir saat bulan terang, gunakan ISO 100-400, aperture f/8-f/11, dan shutter speed 1/60 hingga 1/125 detik.

Saat totalitas, tingkatkan ISO menjadi 800-3200, buka aperture hingga f/2.8-f/5.6, dan perlambat shutter speed menjadi 2-8 detik untuk menangkap detail warna merah tanpa overexposure.

Mode manual exposure adalah pilihan terbaik untuk kontrol penuh atas triangle exposure. Hindari mode auto karena sistem metering dapat bingung oleh kontras ekstrem.

 Baca Juga: Mata, Tangan, dan Kaki Berkedut Tiba-tiba? Ini Rahasia di Balik Gerakan Misterius Tubuh Anda

Jangan fokus hanya pada bulan, coba masukkan elemen foreground seperti siluet pohon atau landmark untuk memberikan konteks dan skala. Teknik ini akan membuat foto lebih menarik.

Perhatikan rule of thirds saat komposisi. Tempatkan bulan di salah satu intersection point, bukan di tengah frame, untuk komposisi lebih dinamis.

Untuk fotografer yang ingin mengabadikan gerhana, buat composite image yang menunjukkan berbagai fase dalam satu frame. Teknik ini memerlukan perencanaan dan multiple exposure di interval tertentu.

Datang ke lokasi pemotretan satu jam sebelum gerhana untuk setup dan test shot. Pilih lokasi dengan horizon timur terbuka dan minim polusi cahaya. Daerah pedesaan atau dataran tinggi biasanya ideal untuk astrofotografi.

Bawa pakaian hangat dan termos dengan minuman panas, karena pemotretan akan berlangsung hingga dini hari. Bawa headlamp dengan filter merah untuk menjaga night vision saat mengoperasikan kamera.

Selalu shoot dalam format RAW untuk fleksibilitas maksimal dalam post-processing. File RAW memungkinkan koreksi exposure, white balance, dan detail shadow-highlight lebih baik dibanding format JPEG.

Fenomena gerhana bulan total ini adalah kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan. Dengan persiapan dan teknik yang tepat, Anda dapat menghasilkan karya fotografi yang memukau serta menjadi dokumentasi berharga dari peristiwa astronomi paling spektakuler tahun 2025.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Cara memotret gerhana bulan