RadarSitubondo.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Jangkar mendesak pemerintah daerah memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan penghubung Pelabuhan Jangkar, Situbondo, yang mati.
Sebab, jalan tersebut banyak dilalui kendaraan roda dua, roda empat serta angkutan kendaraan besar. Ini untuk keselamatan dan keamanan pengendara.
Kapolsek Jangkar, AKP Agus Siswanto mengatakan, banyak titik lampu PJU yang sudah mati. Terutama sepanjang jalan penghubung menuju Pelabuhan Jangkar.
Jika fasilitas tersebut tidak segera diperbaiki, itu dapat membahayakan pengguna jalan.
"Banyak lampu PJU mati di area jalan menuju Pelabuhan Jangkar. Mulai dari Puskesmas Jangkar sampai area Pelabuhan Jangkar," ujarnya, Jumat (22/3).
AKP Agus Siswanto menyatakan, dirinya sudah beberapa kali memberikan saran agar fasilitas PJU itu segera diperbaiki.
Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah.
"Sekitar delapan bulan lampu penerangan jalan umum mati. Kami juga sudah sering menyampaikan agar segera diperbaiki, apalagi sudah menjelang arus mudik Lebaran," ucapnya.
Kapolsek berharap, lampu PJU di sepanjang jalan penghubung tersebut segera mungkin diperbaiki.
Sehingga, para pengguna jalan lebih tenang. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Apalagi ini momen untuk mudik lebaran. Seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk segera memperbaiki seluruh fasilitas yang rusak," tuturnya.
Selanjutnya, AKP Agus Siswanto menyebutkan, selain kondisi lampu PJU minim, fasilitas jalan juga rusak. Banyak titik jalan yang berlubang sehingga membahayakan pengendara.
"Perlu diperbaiki jalan rusak berlubang. Kami khawatir truk bisa terguling dan mengganggu arus lalu lintas,"tandasnya.
Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo Iwan Subhakti mengatakan pihaknya telah mengirim petugas untuk melakukan perbaikan lampu PJU. Jika tidak ada kendala, maka lampu akan segera menyala kembali.
"Hari ini (kemarin) diperbaiki, dan kemungkinan nanti malam sudah menyala," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono