Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kronologi dan Penyebab Sejumlah Rumah Warga di Situbondo Rusak Berat

Iwan Feriyanto • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:01 WIB
Sejumlah warga di Dusun Mandaran, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Situbondo, rusak setelah dihantam ombak besar.
Sejumlah warga di Dusun Mandaran, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Situbondo, rusak setelah dihantam ombak besar.

RadarSitubondo.id – Nasib naas menimpa sejumlah warga di Dusun Mandaran, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Situbondo. Pasalnya, rumah yang ditempati rusak setelah dihantam ombak besar. Meski tidak menelan korban jiwa, namun korban mengalami kerugian meteriil hingga jutaan rupiah.

Peristiwa itu bermula ketika hujan deras di wilayah Pesisir disertai angin kencang. Beberapa saat kemudian air laut tiba-tiba pasang dan gelombang air laut pun semakin besar. Tak lama kemudian ombak langsung menimpa rumah warga yang tinggal di pesisir Besuki.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah (Pudalop PB), Puriyono mengatakan, bangunan rumah yang rusak itu milik Matrawi, 57 tahun. Rumah tersebut dihuni oleh istri dan kedua anaknya.

“Rumah lain yang juga rusak milik Moh Ali usia 44 tahun. Dia tinggal bersama istri dan kedua anaknya juga,” ujarnya, Kamis (30/1).

Disebutkan, kerusakan terparah menimpa bagian belakang rumah korban. Seluruh bangunan dapur milik Matrawi dan Moh Ali rusak berat setelah dihantam ombak berkali-kali.

“Dan lagi hampir tidak ada bangunan penahan ombak. Sehingga ketika gelombang air besar dan pasang langsung menimpa rumah milik Matrawi dan Moh Ali. Akibat rusak berat,” jelasnya.

Puriyono menyebutkan, bencana alam itu tidak sampai menelan korban jiwa maupun korban luka. Namun, Matrawi dan Moh Ali mengalami kerugian material hingga jutaan rupiah serta membutuhkan pembangunan ulang untuk dapur mereka.

“Matrawi mengalami kerugian materil sebesar Rp 2,5 juta. Begitu juga dengan Moh Ali sama, kerugian materil yang dialami sebesar Rp 2,5 juta. Sehingga totalnya mencapai Rp 5 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono menyampaikan, kasus bencana alam juga dialami Daniel Padu Uly, 62, warga Desa Talkandang, Kecamatan Kota.  Rumah yang ditempati tiba-tiba rusak setelah ditimpa pohon tumbang.

“Rumah korban ditimpa pohon mangga dengan diameter 80 centimeter. Pohon besar itu akhirnya menyebabkan bangunan rumah milik Daniel Padu  Uly,” ucapnya.

Dijelaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Hanya saja, rumah milik korban itu rusak berat. Kerugian materil ditaksir mencapai Rp 20 juta.

“Saat terjadi pohon tumbang itu istri bapak Daniel cuci baju, sedangkan bapak Daniel sendiri ada di dapur. Jadi mereka terkejut saat rumahnya ditimpa pohon,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #hujan deras #pohon mangga #rumah rusak #Dihantam Ombak #bpbd #rumah roboh #pohon roboh #cuaca ekstrem #besuki