Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Permukiman Relokasi Banjir Malah Kebanjiran, Begini Kata Warga Eks Korban Banjir Bandang Situbondo Tahun 2002

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 13 Maret 2024 | 18:32 WIB
BANJIR: Salah satu warga Dusun Talkandang Barat, Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, mengevakuasi barang penting di dalam rumahnya, Selasa (12/3) sekitar pukul 05.30.
BANJIR: Salah satu warga Dusun Talkandang Barat, Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, mengevakuasi barang penting di dalam rumahnya, Selasa (12/3) sekitar pukul 05.30.

RadarSitubondo.id – Ratusan rumah warga di Dusun Talkandang Barat, Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, tergenang banjir, Selasa (12/3).

Tinggi air yang masuk ke rumah warga di permukiman relokasi banjir tersebut mencapai satu meter.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa itu baru surut sekitar pukul 07.30. Warga terdampak berusaha menyelamatkan barang-barang berharganya yang masih bisa digunakan. Mulai dari pakaian hingga kompor gas.

“Akibat banjir banyak peralatan dapur yang kemasukan air, baju-baju juga basah, kasur, semuanya kena air,” ungkap Misyana, salah satu warga.

Kata dia, banjir tersebut memang rutin terjadi setiap tahun. Namun banjir kali ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Bahkan, sudah dua hari berturut-turut air banjir menggenang.

“Hujannya kan deras terus dalam dua hari ini. Kalau di sini (perumahan relokasi banjir) pasti kena banjir tiap kali ada hujan deras,” imbuhnya.

Santoso warga lainnya, menerangkan banjir di kawasan rumahnya terjadi karena perumahan dikelilingi persawahan. Posisi rumah warga lebih rendah dibandingkan sawah di sekelilingnya.

"Solusi dari kami, saluran pembuangan air harus dilebarkan biar banjir tidak meluap ke rumah warga.  Pembuangan memang ada hanya kurang lebar saja," ucapnya.

Dikatakan , warga yang ada di lokasi tersebut dianggap sudah memiliki takdir selalu berjumpa dengan banjir.

Sebab, sebelum menempati perumahan relokasi, mereka merupakan korban banjir bandang pada tahun 2002.

“Perumahan relokasi banjir dibangun sejak 2002, sebagai solusi terhadap puluhan warga terdampak banjir bandang. Tapi bukan memberikan solusi, justru kami di relokasi ke tempat yang juga rawan banjir. ya terima saja gimana lagi?,” tutupnya. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #banjir #relokasi #pemukiman #bandang