Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tradisi Ojung Bugeman Situbondo Ricuh, Penonton Saling Pukul di Atas Ring

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 2 Oktober 2024 | 20:01 WIB
RICUH: Anggota Polsek membubarkan penonton di atas ring ojung di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, Selasa (1/10).
RICUH: Anggota Polsek membubarkan penonton di atas ring ojung di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, Selasa (1/10).

KENDIT, Jawa Pos Radar Situbondo- Pagelaran Ojung di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, yang digelar Selasa (1/10) diwarnai aksi ricuh.

Penonton sempat naik ke atas arena tradisi yang dipercaya bisa mendatangkan hujan tersebut. Acara pun sempat terganggu.

Pantauan koran ini, pagelaran Ojung dihadiri ratusan orang. Penonton harus berdesakan untuk menonton adu tangkas pemain Ojung di atas ring.

Para pendukung petarung juga saling sorak sorai begitu jagoannya bertanding. Suasana tampak angat meriah.

Sayang, pertunjukan yang juga ditonton perangkat desa dan jajaran Camat Kendit, itu tak berjalan mulus. Sebab, puluhan penonton naik ke atas ring begitu ada kesalapahaman antara pemain Ojung dengan penonton.

Penonton yang naik ke atas arena Ojung untuk menenangkan suasana malah menambah situasi semakin buruk.

Mereka saling memukul satu sama lain, sehingga anggota polsek yang sedang memantau dari bawah juga naik ke atas ring dan membubarkan acara.

Setelah situasi kondusif, Ojung kembali berlangsung. Namun tetap dalam pengawasan ketat anggota Polsek Kendit yang bertugas di lokasi kejadian.

Sementara korban yang terkena senggol di atas areja langsung diatasi oleh anggota polsek.

“Ini namanya Iip, 40, warga sini juga (Dusun Pacalan, Desa Tanbak Ukir, Kendit). Luka pada bagian bawah mata, paling kena cakaran kuku sampek keluar darah. itu salah paham, naik ke atas pentas mau datang ke anaknya, tidak tahu kenapa sampai dikeroyok,” kata Wardi salah satu warga setempat.

Kades Bugeman Udid Yuliyanto, meminta maaf kepada seluruh warga yang hadir atas kejadian tersebut.

Bahkan dia menawarkan agar Ojung dihentikan agar tidak terjadi peristiwa pemukulan di atas pentas. Namun, warga yang ada di lokasi meminta untuk diselesaikan hingga akhir.

“Saya minta maaf atas peristiwa ini, kalau memang tidak apa-apa monggo dilanjut,” ujar Udit, dari bawah pentas menggunakan mic.

Udit mengatakan, Ojung diadakan setiap tahun yang merupakan acara turun-temurun dari para leluhur.

Bahkan ojung sudah masuk perdes Desa Bugeman. Sehingga, siapapun yang menjadi kades harus melaksanakan Ojung.

“Tidak tahu sejak kapan tradisi ini ada, tapi sebelum saya jadi kades memang ada tradisi Ojung. Harapannya Ojung ini hanya ingin warga hidup rukun, dan juga untuk mengharap hujan,” pungkas Udit kepada sejumlah wartawan. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Kendit #Ojhung #Tradisi Ojung #Naik Ring #penonton #saling pukul #ricuh