RADARSITUBONDO.ID – Kepanikan menyelimuti rumah Aulina, warga Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Situbondo, setelah seekor ular sanca sepanjang sekitar 1,5 meter ditemukan bersembunyi di dalam lemari rumahnya, Rabu (5/8). Penemuan reptil tersebut sontak menggegerkan warga sekitar hingga akhirnya petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo diterjunkan untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa itu bermula ketika penghuni rumah mengetahui keberadaan ular di dalam lemari. Karena khawatir ular dapat menyerang penghuni, terutama anak-anak, pemilik rumah segera melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Situbondo.
Kasubag Tata Usaha Damkar Situbondo, Hidayat, mengatakan petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga mengenai adanya ular sanca yang masuk ke permukiman.
"Kami langsung meluncur setelah menerima laporan adanya ular sanca yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah warga," ujarnya, Kamis (6/8).
Hingga kini belum diketahui dari mana ular tersebut berasal. Diduga reptil itu masuk ke permukiman dari kawasan sekitar sebelum akhirnya bersembunyi di dalam rumah warga.
Menurut Hidayat, meski ular sanca tidak memiliki bisa seperti ular kobra, satwa tersebut tetap memiliki potensi membahayakan. Dengan panjang sekitar 1,5 meter, ular dapat menggigit maupun melilit tubuh manusia apabila merasa terancam.
"Memang ular tersebut tidak memiliki bisa, tetapi tetap berbahaya. Ular bisa menggigit maupun melilit tubuh, terutama anak-anak," katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Selain itu, ukuran ular yang masih relatif kecil membuat proses evakuasi berlangsung lebih mudah dibandingkan apabila reptil tersebut telah tumbuh lebih besar.
Petugas Damkar menggunakan peralatan khusus untuk mengamankan ular sehingga proses evakuasi berlangsung cepat tanpa menimbulkan kerusakan di dalam rumah.
"Proses evakuasi berlangsung cepat dengan menggunakan peralatan khusus sehingga ular dapat diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan," jelas Hidayat.
Setelah berhasil diamankan, ular sanca tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Asembagus untuk penanganan sementara. Selanjutnya, reptil itu akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya agar tidak membahayakan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar.
"Nanti ular itu akan dilepasliarkan kembali ke hutan agar dapat hidup dan berkembang biak di habitatnya," ungkapnya.
Damkar Situbondo juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular secara mandiri. Meski ukurannya masih tergolong kecil, ular sanca dapat berubah agresif ketika merasa terancam ataupun dalam kondisi lapar.
Karena itu, warga diminta segera menghubungi petugas Damkar apabila menemukan ular masuk ke rumah atau lingkungan permukiman sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.
"Jangan ditangani sendiri karena ular tersebut bisa menggigit dan melilit ketika agresif. Segera laporkan kepada Damkar agar dapat ditangani dengan aman," pungkas Hidayat. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo