Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Suhartoni Kembali Pimpin PGRI Situbondo 2025 – 2030, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 28 Agustus 2025 | 01:24 WIB
ABADIKAN MOMEN: Puluhan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Situbondo, foto bareng di Aula Lantai 2 Gedung PGRI Situbondo, kemarin (27/8).
ABADIKAN MOMEN: Puluhan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Situbondo, foto bareng di Aula Lantai 2 Gedung PGRI Situbondo, kemarin (27/8).

RadarSitubondo.id - Suhartoni kembali terpilih sebagai ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Situbondo masa bakti XXIII tahun 2025-2030. Suhartoni merupakan calon tunggal, terpilih secara aklamasi dengan dukungan 14 PGRI Cabang/Kecamatan dalam konfrensi yang digelar di aula lantai 2 Gedung PGRI Situbondo, Rabu (27/8).

Tema konfrensi kali ini adalah ‘Menguatkan Soliditas dan Solidaritas Melalui Kompetensi Anggota yang Berkualitas’. Penetapan Suhartoni sebagai ketua dilakukan pengurus PGRI Provinsi Jawa Timur, Drs. Siswaji, M.Pd. Dia yang memimpin jalannya konferensi. “Alhamdulillah saya terpilih lagi sebagai ketua PGRI Kabupaten Situbondo,” ujar Suhartoni.

Sebagai ketua PGRI Situbondo, Suhartoni berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme guru, perlindungan guru, dan kesejahteraan guru. Tiga poin tersebut akan diperjuangkan untuk membuat guru lebih bermartabat.

“Meningkatakan profesionalismes guru, butuh worskshop, seminar dan bimtek untuk meningkatkan kemampuan guru,” imbuh Suhartoni.

ABADIKAN MOMEN: Puluhan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Situbondo, foto bareng di Aula Lantai 2 Gedung PGRI Situbondo, kemarin (27/8).
ABADIKAN MOMEN: Puluhan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Situbondo, foto bareng di Aula Lantai 2 Gedung PGRI Situbondo, kemarin (27/8).

Untuk perlindungan guru, juga tidak kalah penting, sebab posisi guru banyak termarginalkan. Sebab, rawan kriminalisasi. “Contohnya, mencubit saja sudah dilaporkan, walaupun sementara ini undang-undang sudah diusulkan oleh Ibu Ketua PB PGRI, itupun masih dalam proses. Sudah masuk proglegnas atau belum, kita belum paham, tapi kita akan terus berjuang memperjuangan hak-hak guru,” imbuh Suhartoni.

Yang ketiga adalah kesejahteraan guru. Misalnya sertifikasi yang belum keluar dan gaji berkala untuk PPPK.  “Sejauh ini PPPK sendiri belum belum ada kenaikan. dan Begitu ditanyakan ke dinas ternyata belum dianggarkan. Intinya tugas kami ke depan masih banyak, semoga saja tambah lancar dan benar-benar bisa menguntungkan terhadap guru yang mencerdaskan anak bangsa,” katanya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#PGRI Situbondo #guru