Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ekonomi Digital Indonesia Melonjak Pesat, Target USD600 Miliar pada 2030

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 2 Agustus 2024 | 16:48 WIB
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto.
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto.

RadarSitubondo.id - Ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan, menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini terlihat dari berbagai prestasi global yang diraih Indonesia, termasuk peningkatan peringkat World Digital Competitiveness dari posisi ke-56 pada 2019 menjadi ke-45 pada 2023, dan menempati posisi keenam dunia untuk jumlah start-up. Indonesia juga membanggakan 15 unicorn dan 2 decacorn yang telah diakui secara internasional.

Dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia akan tumbuh empat kali lipat pada 2030, mencapai USD210 hingga 360 miliar.

Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya transformasi digital yang inklusif dan adil, memberikan akses yang sama kepada semua lapisan masyarakat, termasuk UMKM yang jumlahnya mencapai 64 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa Indonesia adalah negara kedua tujuan investasi digital terbesar di ASEAN dengan nilai USD21,97 miliar.

E-commerce Indonesia menyumbang 40 persen dari pangsa pasar ASEAN, mencapai USD77 miliar pada 2023.

Berbagai upaya seperti QR Code Indonesian Standard (QRIS), kolaborasi dengan pihak ketiga, dan peningkatan literasi keuangan dilakukan untuk mencapai target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.

Selain itu, pemerintah telah menyusun kebijakan Strategi Nasional Ekonomi Digital 2030 untuk meningkatkan kontribusi sektor digital terhadap PDB hingga 20 persen pada 2045.

Kerjasama regional juga terus diperkuat melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang diharapkan dapat menggandakan ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun.

Menko Airlangga menegaskan, “Langkah akselerasi digital ini menjadi fokus utama, dengan prioritas pada hilirisasi semikonduktor dan pengembangan ekosistem artificial intelligence.” (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#indonesia #ekonomi digital