RADARSITUBONDO.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada transaksi Rabu, 24 Juni 2026, berada di level Rp2.655.000 per gram untuk harga dasar. Angka ini mencerminkan posisi penguatan komoditas logam mulia di pasar domestik yang didorong oleh ketidakpastian geopolitik global serta penyesuaian nilai tukar rupiah. Bagi pelaku pasar yang memprioritaskan keamanan modal, emas tetap menjadi jangkar portofolio utama di tengah fluktuasi instrumen investasi berbasis ekuitas.
Secara teknis, pergerakan harga hari ini menunjukkan pentingnya memahami komponen biaya secara utuh, termasuk pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Transaksi pembelian emas batangan tidak lagi sekadar melihat harga dasar, melainkan harga akhir setelah pajak yang langsung memengaruhi titik impas (break-even point) investasi jangka panjang.
Rincian Harga Emas Batangan Logam Mulia per 24 Juni 2026
Berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan Antam berdasarkan pembaruan resmi pada pukul 08.30 WIB, disajikan dalam urutan denominasi, harga dasar, dan harga akhir yang telah mencakup PPh 0,25 persen:
- Emas 0,5 gram: Harga Dasar Rp1.377.500 | Harga Setelah Pajak Rp1.380.944
- Emas 1 gram: Harga Dasar Rp2.655.000 | Harga Setelah Pajak Rp2.661.638
- Emas 2 gram: Harga Dasar Rp5.250.000 | Harga Setelah Pajak Rp5.263.125
- Emas 3 gram: Harga Dasar Rp7.850.000 | Harga Setelah Pajak Rp7.869.625
- Emas 5 gram: Harga Dasar Rp13.050.000 | Harga Setelah Pajak Rp13.082.625
- Emas 10 gram: Harga Dasar Rp26.045.000 | Harga Setelah Pajak Rp26.110.113
- Emas 25 gram: Harga Dasar Rp64.987.000 | Harga Setelah Pajak Rp65.149.468
- Emas 50 gram: Harga Dasar Rp129.895.000 | Harga Setelah Pajak Rp130.219.738
- Emas 100 gram: Harga Dasar Rp259.712.000 | Harga Setelah Pajak Rp260.361.280
- Emas 250 gram: Harga Dasar Rp649.075.000 | Harga Setelah Pajak Rp650.697.688
- Emas 500 gram: Harga Dasar Rp1.297.820.000 | Harga Setelah Pajak Rp1.301.064.550
- Emas 1000 gram: Harga Dasar Rp2.595.600.000 | Harga Setelah Pajak Rp2.602.089.000
Efisiensi Biaya Premium pada Denominasi Besar
Terdapat aspek yang sering kali luput dari perhatian investor pemula, yaitu fenomena penurunan harga per gram seiring dengan membesarnya ukuran denominasi cetakan. Pola ini dikenal sebagai efisiensi biaya manufaktur (cetak) dalam industri pemurnian logam mulia.
Sebagai contoh, jika membeli pecahan 1 gram secara terpisah sebanyak sepuluh buah, total modal yang dikeluarkan mencapai Rp26.616.380. Sebaliknya, jika langsung membeli satu keping pecahan 10 gram, biaya yang dikeluarkan adalah Rp26.110.113. Penghematan langsung sebesar Rp506.267 ini secara otomatis memangkas jarak spread antara harga beli dan harga jual kembali (buyback).
Namun, aspek likuiditas juga memegang peranan krusial yang bersifat dilematis. Menyimpan satu keping emas berukuran besar (seperti 100 gram atau 500 gram) membatasi fleksibilitas taktis jika sewaktu-waktu membutuhkan dana tunai dalam jumlah kecil.
Strategi terbaik yang lazim diterapkan oleh manajer kekayaan adalah melakukan diversifikasi ukuran, yaitu mengombinasikan kepingan besar untuk investasi jangka panjang dan beberapa kepingan kecil (5 hingga 10 gram) sebagai cadangan likuiditas darurat.
Dampak Pajak PPh 0,25 Persen Terhadap Kalkulasi Imbal Hasil
Pengenaan PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen berdasarkan regulasi perpajakan yang berlaku memberikan dampak langsung terhadap perhitungan kalkulasi imbal hasil bersih. Biaya ini wajib diperhitungkan sebagai bagian dari modal awal (cost of investment).
Dalam praktiknya, saat melakukan penjualan kembali (buyback) ke pihak Antam, investor juga akan dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, emas batangan fisik secara fundamental didesain untuk instrumen jangka menengah hingga panjang dengan jangka waktu holding minimal dua hingga lima tahun agar pertumbuhan harga organik mampu melampaui beban pajak awal dan spread buyback.
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa transaksi digital atau tabungan emas berbasis saldo gramasi kini mulai diminati sebagai jembatan sebelum melakukan cetak fisik. Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari beban biaya cetak di awal, sehingga investor dapat fokus mengumpulkan gramasi pada harga dasar yang lebih kompetitif.
Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif berdasarkan data pasar resmi yang berlaku pada tanggal 24 Juni 2026. Pergerakan harga logam mulia bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi global serta domestik. Keputusan transaksi finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar.
Editor : Agung Sedana