RadarSitubondo.id - Belanda pernah memberi nama kapal mereka dengan SS Sitoebondo saat zaman penjajahan.
Dulunya kapal tersebut digunakan untuk mengangkut hasil bumi Indonesia ke Eropa hingga Amerika.
Bahkan kapal SS Sitoebondo pernah bersandar di pelabuhan Jangkar dan Panarukan pada tahun 1930 silam.
Saat bersandar, kapal dengan nama SS Sitoebondo itu banyak mendapat sambutan antusias dari pribumi.
Mereka tidak tau bahwa kapal tersebut lah yang akan membawa hasil kerja keras orang pribumi ke Eropa.
Banyak yang bertanya, mengapa Belanda menamakan kapal merek dengan SS Sitoebondo?
Dikutip dari instagram resmi Dishub Situbondo, nama tersebut diberikan karena Situbondo sudah menjadi penghasil bahan pokok terbesar saat itu.
"Kapal ini diberi nama yang sangat istimewa yaitu SS Sitoebondo karena begitu besar peran Situbondo dalam mencukupi suplai kebutuhan gula di Eropa, Amerika, bahkan Afrika saat itu," tulis akun @dishub_situbondo
Sayang, kapal ini tenggelam pada tahun 1941 karena ditembak torpedo oleh boat Jerman.
Saat ini, sisa-sisa pabrik gula (PG) peninggalan Belanda pun masih ada dan eksis Situbondo.
Contoh misalnya yakni PG Panji dan PG Asembagus. Itu belum termasuk PG lain yang sudah tidak beroperasi.
Misalnya PG Demas Besuki, PG Olean hingga PG Wringin Anom Panarukan. (*)
Editor : Ali Sodiqin