RADARSITUBONDO.ID - Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berlangsung pada Sabtu (3/1), menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB) Venezuela tidak memberikan dukungan perlawanan?
Operasi yang dinamakan "Absolute Resolve" berhasil meruntuhkan pertahanan Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam waktu kurang dari setengah jam.
Baca Juga: Seru dan Edukatif! IHC RS Elizabeth Ajak Anak TK Kenal Dunia Medis Lewat Hospital Adventure
Kesenjangan Teknologi Militer
Perbandingan antara kekuatan militer kedua negara menunjukkan ketidakseimbangan yang sangat mencolok.
Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 150 pesawat dari 20 markas di belahan barat dunia, termasuk jet tempur F-22, F-35, F-18, pembom B-1, dan drone canggih. Pesawat perang elektronik EA-18G Growler juga dioperasikan untuk menonaktifkan sistem pertahanan udara Venezuela.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa operasi ini telah direncanakan selama berbulan-bulan dengan persiapan dan latihan yang menyeluruh.
Serangan presisi dan operasi siber dilakukan secara bersamaan untuk melemahkan sistem pertahanan Venezuela sebelum pasukan darat bertindak.
Baca Juga: Fakta Baru Pembunuhan Satu Keluarga di Besuki: Dua Korban Disayat, Anak Ditusuk di Leher
Pelemahan Struktur Internal
Militer Venezuela menghadapi masalah moral yang serius. Tentara biasa hanya mendapatkan gaji sekitar 100 dolar AS per bulan, yang menyebabkan tingkat pembelotan yang tinggi.
Data intelijen menunjukkan banyak anggota militer memilih untuk tidak melawan saat serangan pertama menghantam Pangkalan Udara La Carlota dan markas Kementerian Pertahanan Fuerte Tiuna.
Baca Juga: Operasi Militer AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Termasuk Pengawal Maduro
Penggal Kepala Komando
Amerika Serikat melakukan serangan langsung ke pusat kepemimpinan Venezuela. Dengan menangkap Maduro beserta rekan-rekannya dalam setengah jam pertama, jalur komando militer Venezuela menjadi terputus.
Para perwira tingkat bawah tidak memiliki petunjuk yang jelas dan ragu untuk melakukan serangan balik yang berisiko tinggi.
Dugaan Kolaborasi Internal
Beberapa sumber dari kalangan oposisi yang dilaporkan oleh media internasional menunjukkan kemungkinan adanya kerja sama dari dalam.
Meskipun sudah bertahun-tahun menunjukkan loyalitas di depan umum, FANB pada dasarnya tidak siap menghadapi konflik berskala besar.
Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi Oppo Reno 15, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max
Para analis taktis menyatakan bahwa kurangnya respons dari militer Venezuela merupakan akibat dari "badai sempurna" antara penindasan teknologi dan keruntuhan struktur internal.
Operasi AS yang berlangsung cepat dan terarah tidak memberikan kesempatan bagi Venezuela untuk menyusun perlawanan yang efektif.
Editor : Ali Sodiqin