Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Tanggapi Peringatan Khamenei soal Ancaman Perang Regional di Timur Tengah

Bayu Shaputra • Senin, 2 Februari 2026 | 13:00 WIB
Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump.

RADARSITUBONDO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Dalam pernyataannya pada Minggu (1/2/2026), Khamenei menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran berpotensi memicu perang regional di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei yang kini berusia 86 tahun saat menghadiri peringatan Revolusi Islam Iran 1979 di kompleks kediamannya di Teheran. Ia menuding Amerika Serikat memiliki ambisi menguasai cadangan minyak dan gas Iran.

Khamenei juga menyebut gelombang protes nasional yang melanda negaranya sebagai bagian dari upaya kudeta yang didukung pihak asing.

 Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara

Menanggapi ancaman itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih sikap lebih berhati-hati. Saat berbicara kepada wartawan di Mar-a-Lago, Florida, Trump menyatakan masih berharap tercapai kesepakatan dengan Iran.

Namun, ia menegaskan opsi militer tetap terbuka. Trump mengungkapkan bahwa AS telah mengerahkan kapal perang paling canggih ke kawasan dan akan berada dalam kondisi siap siaga dalam beberapa hari.

Ketegangan kedua negara meningkat setelah Washington mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pendukung ke Laut Arab. Langkah tersebut diambil menyusul tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstrasi nasional yang pecah sejak 28 Desember 2025. Protes yang semula dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran itu berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap kepemimpinan Khamenei.

 Baca Juga: Kemendikdasmen Belum Tetapkan Jadwal Libur Ramadhan 2026, Ini yang Perlu Orangtua Tahu

Perserikatan Bangsa-Bangsa serta sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional melaporkan ribuan pengunjuk rasa tewas akibat ditembak atau ditikam oleh aparat keamanan Iran selama penindakan berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, Iran juga sempat mengumumkan rencana latihan militer dengan peluru tajam di Selat Hormuz pada Minggu dan Senin. Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Komando Pusat Militer AS telah mengingatkan agar latihan itu tidak membahayakan kapal perang Amerika maupun mengganggu pelayaran komersial.

Trump sebelumnya menetapkan dua garis merah yang dapat memicu aksi militer, yakni pembunuhan terhadap demonstran damai dan eksekusi massal tahanan. Selain itu, ia kembali menyoroti program nuklir Iran sebagai isu utama yang ingin diselesaikan.

Meski mengklaim telah terjadi pembicaraan serius dengan Teheran, hingga kini belum ada indikasi publik mengenai negosiasi langsung antara kedua negara.

Editor : Ali Sodiqin
#iran #Ayatollah Ali Khamenei #Donald Trump