Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Militer AS Siap Serang Iran, Trump Belum Ambil Keputusan Final

Bayu Shaputra • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:00 WIB
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.

RADARSITUBONDO.ID - Militer Amerika Serikat dikabarkan telah merampungkan seluruh persiapan untuk melancarkan serangan terhadap Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan.

Namun hingga kini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut belum memberikan lampu hijau untuk operasi tersebut.

Sejumlah sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyebutkan bahwa pihak militer telah menyampaikan kesiapan penuh mereka kepada Gedung Putih sejak akhir pekan lalu.

Langkah ini diikuti dengan pengerahan besar-besaran aset angkatan udara dan angkatan laut Amerika ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

 Baca Juga: Siap Tempur di SUGBK! Inilah Deretan Lawan Timnas Garuda pada FIFA Series 2026

Meski opsi militer telah berada di meja, Trump dilaporkan masih menimbang berbagai pertimbangan strategis. Ia disebut aktif berkonsultasi dengan penasihat senior serta sekutu internasional guna menentukan langkah paling tepat.

Bahkan, perdebatan internal mengenai keuntungan dan risiko aksi militer turut mengemuka di lingkaran pemerintahan.

Pada Rabu waktu setempat, pejabat tinggi keamanan nasional menggelar rapat tertutup di Situation Room Gedung Putih untuk membahas eskalasi ketegangan dengan Iran.

Di sisi lain, jalur diplomasi masih terus diupayakan. Utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner, yang juga menantu Trump, telah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan perwakilan Iran di Jenewa pada Selasa lalu.

Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga setengah jam itu menghasilkan pertukaran pandangan melalui nota tertulis, meskipun belum ada kesepakatan konkret yang dicapai.

 Baca Juga: Bolehkah Pakai Lip Balm Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Washington menunggu kejelasan posisi negosiasi Iran dalam beberapa pekan mendatang. Namun ia enggan memastikan apakah Presiden Trump akan menunda opsi militer selama periode tersebut.

Sementara itu, Iran dilaporkan mulai memperkuat sejumlah fasilitas nuklir strategisnya. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru dari Institute for Science and International Security, Teheran menggunakan beton dan timbunan tanah dalam jumlah besar untuk mengubur lokasi-lokasi penting, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tekanan militer dari AS.

Faktor kalender internasional juga disebut turut memengaruhi kalkulasi waktu. Sejumlah pejabat Eropa memperkirakan bahwa serangan tidak akan dilakukan sebelum penutupan Olimpiade Musim Dingin. Selain itu, dimulainya bulan suci Ramadan pada Rabu juga menjadi perhatian.

Beberapa pejabat dari negara sekutu AS di Timur Tengah menilai bahwa serangan selama Ramadan dapat dipandang sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap umat Islam.

Dalam sejumlah pernyataannya terkait Iran beberapa pekan terakhir, Trump belum terlihat menggalang dukungan publik maupun Kongres untuk operasi militer besar.

Ia memang menegaskan komitmennya mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan sempat menyinggung kemungkinan perubahan rezim, namun belum merinci target strategis jika serangan benar-benar dilancarkan.

Editor : Ali Sodiqin
#Militer AS #iran #Donald Trump