Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Murka Usai Kapal Touska Diserang AS, Siap Balas

Bayu Shaputra • Senin, 20 April 2026 | 13:45 WIB
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Iran.

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah insiden penyitaan kapal kargo di perairan strategis Teluk Oman.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan militernya telah menembaki dan menguasai kapal berbendera Iran yang disebut mencoba menerobos blokade laut.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari Teheran yang bersumpah akan melakukan pembalasan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Gudang Ban di Situbondo Ludes Terbakar! Diduga Korsleting, Api Cepat Membesar

Juru bicara pusat komando militer Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius.

“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata ini dan militer AS,” ujarnya.

Pernyataan itu juga menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diklaim berlaku sejak 8 April.

Insiden bermula ketika kapal kargo berbendera Iran bernama Touska mencoba melintas di wilayah yang diblokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Oman.

Dalam pernyataannya di platform media sosial Truth Social, Trump menjelaskan kronologi penindakan tersebut.

“Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulisnya.

Trump menambahkan bahwa kapal perusak rudal terarah milik Angkatan Laut AS, USS Spruance, melakukan pencegatan terhadap Touska. Peringatan telah diberikan kepada awak kapal, namun tidak diindahkan.

“Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal angkatan laut kami menghentikan mereka tepat di jalur mereka dengan meledakkan lubang di ruang mesin. Saat ini, marinir AS telah mengamankan kapal tersebut,” lanjutnya.

Langkah militer tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Oman, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Situasi di kawasan itu semakin kompleks sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama tujuh pekan terakhir.

Jalur laut yang sebelumnya sempat dibuka kembali kini kembali mengalami gangguan akibat aksi saling blokade.

Baca Juga: Kisah H. Hijir Ismail! Rangkul Bajingan Jadi Penjaga Pesantren Sukorejo dan NKRI

Pihak Iran sebelumnya membuka kembali jalur pelayaran sebagai bagian dari respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon.

Namun, keputusan itu tidak berlangsung lama. Teheran kembali menutup akses tersebut dengan alasan Amerika Serikat masih melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.

Trump dalam pernyataannya juga menyebut bahwa kapal Touska telah masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS.

Kapal tersebut disebut memiliki riwayat aktivitas ilegal, sehingga menjadi target pengawasan ketat otoritas Amerika.

Data pelacakan maritim menunjukkan bahwa sebelum insiden terjadi, kapal tersebut berada sekitar 45 kilometer dari pesisir selatan Iran, dekat wilayah Chabahar, dan dilaporkan berlayar dari Malaysia.

Editor : Bayu Shaputra
#kapal Iran Touska #Teluk Oman #as #Selat Hormuz #Donald Trump