RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di kawasan perbatasan Afghanistan–Pakistan kembali meningkat setelah laporan terbaru menyebutkan adanya serangan militer yang terjadi di wilayah timur Afghanistan.
Pada Selasa (28/4), pasukan Pakistan dilaporkan melancarkan serangan ke Provinsi Kunar. Informasi ini disampaikan oleh TOLOnews yang mengutip sejumlah sumber di lapangan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai dampak serangan tersebut. Baik jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan masih belum terkonfirmasi secara jelas.
Situasi di wilayah tersebut pun dilaporkan masih dalam kondisi tegang, dengan aktivitas warga yang terbatas akibat kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.
Baca Juga: Dewa United Vs Persijap Jepara, Banten Warriors Bidik Tiga Poin di Tengah Jadwal Padat
Sehari sebelumnya, situasi di Kunar juga memanas setelah terjadi serangan roket yang menghantam ibu kota provinsi, Asadabad.
Laporan media Afghanistan menyebutkan insiden tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan 75 lainnya mengalami luka-luka. Serangan itu memperparah kondisi keamanan di wilayah yang memang kerap menjadi titik rawan konflik.
Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Pada awal April, kedua negara sempat menggelar perundingan damai di Urumqi.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya meredakan konflik yang terus berulang di wilayah perbatasan. Namun, perundingan berlangsung di tengah situasi yang belum stabil.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Bekasi Picu Langkah Prabowo Bangun Flyover dan Pengamanan Rel
Gelombang konfrontasi terbaru dipicu oleh serangan yang dilakukan Pakistan pada 22 Februari. Saat itu, sejumlah wilayah di Afghanistan menjadi sasaran, termasuk ibu kota Kabul. Insiden tersebut menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi militer antara kedua pihak.
Puncak kekerasan terjadi pada 16 Maret ketika serangan udara Pakistan menghantam sebuah rumah sakit di Kabul. Fasilitas tersebut diketahui menjadi tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.
Serangan itu menimbulkan korban besar, dengan sedikitnya 400 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 250 lainnya mengalami luka-luka. Tragedi tersebut memicu kecaman luas dan memperburuk hubungan kedua negara.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan saat Idul Fitri pada 20 hingga 22 Maret. Kedua pihak menyatakan gencatan senjata sementara untuk menghentikan kekerasan.
Namun, laporan di lapangan menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pakistan disebut beberapa kali melanggar gencatan senjata, sehingga ketegangan kembali meningkat setelah periode tersebut berakhir.
Baca Juga: TC Timnas Indonesia Digelar Mei 2026, Herdman Minta Pemain Tunjukkan Kualitas
Sebelum perundingan di Urumqi, sejumlah upaya diplomasi juga telah dilakukan di berbagai negara seperti Qatar, Turki, dan Arab Saudi.
Meski melibatkan berbagai pihak dan forum internasional, seluruh putaran negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret yang mampu menghentikan konflik secara permanen.
Editor : Bayu Shaputra