RadarSitubondo.id – Harga sapi merosot. Salah satu penyebabnya adalah kemarau panjang yang berakibat terhadap terbatasnya persediaan pakan ternak.
Sehingga, banyak sapi kurus saat dijual ke pasar hewan.
Salah satu pedagang sapi, Tolak mengatakan, sapi jenis limusin saja mengalami penurunan harga.
Padahal, biasanya harga hewan tersebut sulit turun karena banyak diminati masyarakat.
“Sapi limusin sekarang yang besar itu di bawah Rp10 juta. Biasanya sapi itu harganya belasan juta rupiah,” ujarnya, Rabu (27/12) kemarin.
Tolak menyebutkan, ada beberapa hal yang menyebabkan harga sapi turun.
Yakni banyak warga atau peternak yang menjual ke pasar dengan bobot sapi tidak maksimal. Sebab, mau dipelihara khawatir rugi.
“Sekarang memang sapi yang dijual ke pasar cukup banyak. Ada yang dijual langsung sama warga, ada juga yang memang dibawa pedagang untuk dijual lagi di pasar. Rata-rata yang dijual itu takut harganya semakin turun,” ucapnya.
Sementara itu, Busani pedagang lain mengatakan, kemarau panjang memiliki dampak besar terhadap peternak, terutama masalah persediaan pakan yang sulit didapatkan.
Sehingga, menyebabkan sapi tidak tumbuh maksimal.
“Sekarang pakannya jarang yang hijau, pasti keringan. Kalau sudah pakan kering yang diberikan, bisa tumbuh seperti apa?,” ucapnya.
Kata Busani, kondisi keterbatasan pakan ini membuat peternak kesulitan.
Sebab, untuk menggantikan pakan rumput menggunakan pakan lain masih berpikir berulang-ulang.
“Mau diganti pakan apa selain rumput. Memang ada pakan seperti ampas tahu dan lainnya. Tapi itu butuh biaya besar,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono