RADARSITUBONDO.ID – Musim giling kembali memunculkan keluhan warga yang tinggal di sekitar Pabrik Gula (PG) Panji, Situbondo. Partikel sisa proses produksi atau yang dikenal masyarakat sebagai tolato dilaporkan berterbangan hingga masuk ke permukiman di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Kondisi itu membuat sebagian warga harus membersihkan rumah berulang kali setiap hari, bahkan mengaku mengalami iritasi mata akibat paparan debu.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada Senin (3/8). Mereka berharap pengelola PG Panji segera mengambil langkah untuk mengurangi sebaran partikel yang dinilai semakin mengganggu selama musim giling berlangsung.
Fajar, salah seorang warga Desa Curah Jeru, mengatakan debu tolato hampir setiap hari masuk ke rumahnya. Saat kondisi angin kencang, partikel halus itu lebih mudah menyebar dan menempel di lantai maupun perabot rumah.
Menurutnya, pada hari sebelumnya kondisi menjadi lebih parah dibanding biasanya.
"Kemarin memang parah. Saya nyapu sampai empat kali dalam setengah hari. Tapi memang tiap hari ada sih. Mungkin efek terbawa angin," ujarnya.
Ia mengaku aktivitas membersihkan rumah kini menjadi rutinitas tambahan setiap musim giling berlangsung. Debu yang sudah dibersihkan kembali muncul beberapa saat kemudian sehingga membuat warga harus terus menyapu.
Keluhan serupa juga disampaikan Budy, warga yang rumahnya berada di sisi utara PG Panji. Ia menilai sebaran tolato paling banyak terjadi pada pagi hari.
Menurutnya, arah angin diduga membawa partikel sisa pembakaran menuju kawasan permukiman sehingga abu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
"Biasanya pagi-pagi sekali abunya banyak. Kalau ke utara PG sangat banyak. Kalau kena mata perih," katanya.
Budy berharap pihak PG Panji melakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan rutin menyiram area halaman pabrik. Ia menduga sebagian partikel bukan berasal dari cerobong, melainkan abu sisa pembakaran yang tertiup angin setelah berada di area terbuka.
Selain itu, warga juga berharap perusahaan melakukan evaluasi terhadap sistem produksi agar emisi debu selama musim giling dapat ditekan.
"Harapan kami semoga PG mampu memperbaiki mesin sehingga mengurangi polusi," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PG Panji belum memberikan tanggapan atas keluhan tersebut. General Manager PG Panji, Fitro Hariadi, telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai konfirmasi. Namun, meski pesan telah terkirim dan akun yang bersangkutan terpantau aktif (online), belum ada respons maupun keterangan resmi yang disampaikan.
Warga berharap keluhan yang muncul hampir setiap musim giling ini dapat segera ditindaklanjuti agar aktivitas produksi pabrik tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan PG Panji. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo