radarsitubondo.id - Jumat Agung sebagai hari libur nasional, sejatinya merupakan hari penting bagi umat Kristiani.
Jika diterjemahkan secara bebas, Jumat Agung dalam Bahasa Inggris sering ditulis orang-orang maupun ditulis dalam berita yakni “Good Friday.”
Meskipun secara harfiah terjemahan dari "Good Friday" adalah "Jumat yang Baik," maknanya jauh lebih dalam dan penuh makna spiritual.
Mengapa Disebut “Good Friday”?
Bukankah Hari Itu Mengenang Kematian?
Ini pertanyaan yang sering muncul.
Bagaimana bisa hari yang memperingati penyaliban dan kematian Yesus Kristus disebut "baik"?
Ternyata, kata “good” dalam konteks ini tidak sekadar berarti “baik” dalam arti modern, melainkan lebih kepada “suci,” “berkat,” atau “penuh kebaikan yang menyelamatkan.”
Ada juga yang meyakini bahwa istilah “Good Friday” berasal dari kata lama “God’s Friday” yang kemudian berubah seiring waktu menjadi “Good Friday.”
Jadi meskipun hari itu penuh kesedihan, umat Kristen mempercayai bahwa kematian Yesus membawa keselamatan bagi umat manusia, dan karena itulah disebut “baik” — karena dari penderitaan itu, lahir penebusan dosa.
Sementara itu, peringatan Jumat Agung berlangsung pada rentang Holy Week yakni dua hari menjelang perayaan Hari Paskah.
Pada hari ini, umat Kristen merenungkan Penderitaan Yesus, Penyaliban di Golgota, Pengorbanan-Nya demi keselamatan manusi.
Di berbagai belahan dunia, umat menjalani ibadah khusus, seperti Ibadah Jalan Salib (Via Dolorosa), puasa dan pantang, Liturgi Khusus Tanpa Perayaan Ekaristi, Persembahan dan doa di depan salib.
Beberapa negara bahkan menjadikannya hari libur nasional, seperti di Filipina, Spanyol, Italia, dan sebagian besar negara-negara berpenduduk Kristen.
Sementara itu, Jumat Agung memiliki istilah atau sebutan yang berbeda-beda pada setiap negara, padahal inti peringatan yang dilakukan adalah sama.
Bahasa Inggris: Good Friday
Bahasa Jerman: Karfreitag (Jumat Kesedihan)
Bahasa Spanyol: Viernes Santo (Jumat Suci)
Bahasa Perancis: Vendredi Saint (Jumat Suci)
Bahasa Latin: Feria VI in Parasceve
Dari sini kita bisa melihat bahwa hanya dalam bahasa Inggris disebut “baik,” sementara di banyak bahasa lain lebih ditekankan aspek “kesucian” atau “dukacita.”
Istilah Good Friday meskipun terdengar kontradiktif karena memperingati kematian Yesus, istilah ini menekankan makna kebaikan terbesar dari kasih Allah yang rela berkorban demi umat manusia.
Sebuah hari yang penuh kesedihan namun juga penuh harapan, karena menjadi jalan menuju kebangkitan dan kehidupan baru di hari Paskah.(*)
Editor : Bayu Saksono