Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perbedaan Tanda-Tanda Obesitas dan Kegemukan Biasa

Bayu Shaputra • Senin, 20 Oktober 2025 | 01:20 WIB
Ilustrasi seorang pria yang suka dengan makanan cepat saji.
Ilustrasi seorang pria yang suka dengan makanan cepat saji.

RADARSITUBONDO.ID - Banyak orang berpikir bahwa kegemukan dan obesitas adalah hal yang sama. Namun, sebenarnya ada perbedaan yang cukup besar antara keduanya yang perlu diketahui.

Obesitas lebih serius dibandingkan kegemukan, karena orang yang gemuk belum tentu obesitas, tetapi orang yang obesitas pasti gemuk.

 Baca Juga: 74 Tahun Prabowo Subianto, Perjalanan Seorang Jenderal yang Tak Kenal Menyerah

Perbedaan Utama Berdasarkan Indeks Massa Tubuh

Baik gemuk maupun obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan.

Berdasarkan klasifikasi IMT di Indonesia, seseorang dianggap gemuk jika IMT-nya berada di angka 25-27, sedangkan jika IMT melebihi 27, itu disebut obesitas.

 Baca Juga: Genap 74 Tahun, Presiden Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dengan Sederet Program Ini

Sumber Kelebihan Berat Badan

Perbedaan lainnya ada pada penyebab kelebihan berat badan. Pada kegemukan, kelebihan berat badan bisa disebabkan oleh berat otot, tulang, lemak, atau air. Sementara pada obesitas, berat badan yang berlebih lebih banyak disebabkan oleh penumpukan lemak di tubuh.

Ada dua tipe obesitas, yaitu obesitas sentral yang merupakan penumpukan lemak di area perut (lingkar perut pria 90 cm atau lebih dan wanita 80 cm atau lebih), dan obesitas perifer yang merupakan penumpukan lemak di bagian bokong, pinggul, dan paha.

 Baca Juga: Ucapan dan Harapan Publik di Ulang Tahun Prabowo 2025

Risiko Komplikasi Kesehatan

Jika berbicara tentang kegemukan, risiko untuk terkena penyakit tertentu lebih kecil dibandingkan dengan obesitas. Sementara komplikasi yang mungkin muncul dari obesitas termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes, beberapa jenis kanker, dan masalah pada sendi seperti osteoarthritis.

 

Cara Mengatasinya

Baik kegemukan maupun obesitas bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Kuncinya adalah memiliki lingkungan dan komunitas yang mendukung.

Ini mencakup pola makan yang sehat, berolahraga minimal 30 menit setiap hari, dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat.

Memahami perbedaan ini sangat penting agar Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan menghindari masalah kesehatan di masa depan.

Editor : Ali Sodiqin
#Perbedaan gemuk dan obesitas