RADARSITUBONDO.ID - Banyak orang berpikir bahwa kegemukan dan obesitas adalah hal yang sama. Namun, sebenarnya ada perbedaan yang cukup besar antara keduanya yang perlu diketahui.
Obesitas lebih serius dibandingkan kegemukan, karena orang yang gemuk belum tentu obesitas, tetapi orang yang obesitas pasti gemuk.
Baca Juga: 74 Tahun Prabowo Subianto, Perjalanan Seorang Jenderal yang Tak Kenal Menyerah
Perbedaan Utama Berdasarkan Indeks Massa Tubuh
Baik gemuk maupun obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan.
Berdasarkan klasifikasi IMT di Indonesia, seseorang dianggap gemuk jika IMT-nya berada di angka 25-27, sedangkan jika IMT melebihi 27, itu disebut obesitas.
Baca Juga: Genap 74 Tahun, Presiden Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dengan Sederet Program Ini
Sumber Kelebihan Berat Badan
Perbedaan lainnya ada pada penyebab kelebihan berat badan. Pada kegemukan, kelebihan berat badan bisa disebabkan oleh berat otot, tulang, lemak, atau air. Sementara pada obesitas, berat badan yang berlebih lebih banyak disebabkan oleh penumpukan lemak di tubuh.
Ada dua tipe obesitas, yaitu obesitas sentral yang merupakan penumpukan lemak di area perut (lingkar perut pria 90 cm atau lebih dan wanita 80 cm atau lebih), dan obesitas perifer yang merupakan penumpukan lemak di bagian bokong, pinggul, dan paha.
Baca Juga: Ucapan dan Harapan Publik di Ulang Tahun Prabowo 2025
Risiko Komplikasi Kesehatan
Jika berbicara tentang kegemukan, risiko untuk terkena penyakit tertentu lebih kecil dibandingkan dengan obesitas. Sementara komplikasi yang mungkin muncul dari obesitas termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes, beberapa jenis kanker, dan masalah pada sendi seperti osteoarthritis.
Cara Mengatasinya
Baik kegemukan maupun obesitas bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Kuncinya adalah memiliki lingkungan dan komunitas yang mendukung.
Ini mencakup pola makan yang sehat, berolahraga minimal 30 menit setiap hari, dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat.
Memahami perbedaan ini sangat penting agar Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan menghindari masalah kesehatan di masa depan.
Editor : Ali Sodiqin