Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejarah dan Makna Hari Bhayangkara 1 Juli, Bukan Hari Lahir Polri

Muhammad Khoirul Rizal • Selasa, 2 Juli 2024 | 02:13 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RadarSitubondo.id - Tepat di awal Juli setiap tahunnya diperingati sebagai hari Bhayangkara.

Hari yang sangat bersejarah bagi institusi Polri. Setiap 1 Juli adalah peringatan hari Bhayangkara, tapi bukan karena hari lahir Polri.

Dikutip dari laman resmi Laboratorium UMY, hari Bhayangkara merupakan tonggak sejarah yang penting di tubuh Polri.

Dimana, nama Bhayangkara sendiri dikenal sebagai julukan bagi Prajurit dalam tubuh Polri diambil dari nama pasukan Kerajaan Majapahit yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kerajaan pada masa kepemimpinan Patih Gajah Mada.

Disebut bukan hari lahir Polri karena, Kepolisian di Indonesia sudah dimulai sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1897 hingga 1920.

Di masa itu terdapat berbagai macam Kepolisian diantaranya Velid Politie (Polisi Lapangan), Stands Politie (Polisi Kota), Cultur Politie (Polisi Pertanian) dan Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja).

Namun, jabatan pentingnya dipegang kolonial. Sedangkan warga pribumi hanya sebatas bawahan saja.

Berbeda dengan era penjajahan Jepang, Kepolisian mulai dikelola dengan lebih terstruktur. Kepolisian pada masa itu terbagi berdasar wilayah dan memiliki pusat komando.

Kemudian di tanggal 1 Julii 1946 merupakan momen penting dan bersejarah karena merupakan fase baru dalam pertumbuhan Kepolisian kearah yang lebih baik.

SK Perdana Menteri RI Nomor 86/ PM/1954, Hari Kepolisian harus diperingati dengan upacara setiap 1 Juli di masing-masing kantor Polisi pada wilayah Kota/Kabupaten maupun Provinsi.

Di masa orde lama, Polri menjadi satu bagian dengan TNI baik darat, laut maupun udara.

Hingga pada akhirnya di masa peralihan menuju pemerintahan B. J. Habibie mulai menandai era baru pada tubuh Kepolisian.

Dwifungsi ABRI dihapus melalui TAP MPR tahun 2000 dan juga menandai pemisahan tugas Militer dan Polisi.

Demokratisasi dan era sipil yang mulai tumbuh juga menandai mulai pudarnya peran militer dalam dunia politik maupun pemerintahan di Indonesia.

Polri berdiri sendiri sebagai sebuah lembaga. Kekuatan militer Indonesia akhirnya hanya meliputi darat, laut serta udara disahkan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan bertugas sebagai pertahanan negara.

Sedangkan, Kepolisian menjadi institusi yang berfungsi untuk menjaga ketertiban, keamanan dan penegakan hukum. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#prajurit #abri #makna #polri #dwi fungsi #kolonial #tni #hari bhayangkara #sejarah #hari lahir #patih gajah mada #1 Juli