Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuaca Panas Ekstrem! Panduan Hadapi Musim Kemarau Berdasarkan Data BMKG 2025

Bayu Shaputra • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:15 WIB
Pejalan kaki menutupi wajahnya agar terhindar dari panas.
Pejalan kaki menutupi wajahnya agar terhindar dari panas.

RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di tahun 2025 mulai dari bulan April dan akan terjadi secara perlahan di beberapa tempat di Indonesia.

Meskipun diperkirakan berlangsung lebih singkat dari biasanya, masyarakat harus tetap waspada terhadap efek dari cuaca panas yang mungkin muncul.

 Baca Juga: PPG Prajabatan atau Daljab 2025? Panduan Lengkap Memilih Jalur yang Tepat

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa 403 Zona Musim atau 57,7% dari wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau antara April dan Juni 2025, dengan Nusa Tenggara menjadi daerah yang paling awal merasakannya.

Musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Juli dan Agustus 2025, terutama di bagian tengah dan timur Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Gelombang panas yang sangat ekstrem terjadi di berbagai daerah Indonesia sepanjang bulan Oktober 2025, dengan suhu mencapai angka tertinggi hingga 37,6°C.

 Baca Juga: Resmi Dibuka 14 Oktober! Ini Syarat Pendaftaran PPG Calon Guru 2025

Menariknya, kondisi cuaca global seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole kini ada dalam fase netral, jadi tidak ada gangguan besar.

Namun, suhu air laut di sekitar Indonesia cenderung lebih hangat dari biasanya dan ini diperkirakan akan berlangsung hingga bulan September, yang dapat memengaruhi cuaca di daerah lokal.

Sekitar 60% daerah mengalami kemarau normal, 26% lebih lembap daripada biasanya (terutama di bagian barat dan tengah Jawa, Lampung, Bali, dan NTB), dan 14% lebih kering dari normal (di Sumatera utara dan sebagian kecil Kalimantan Barat).

Durasi kemarau diprediksi lebih singkat di kebanyakan daerah, khususnya di Jawa, Sulawesi, dan Bali-Nusa Tenggara.

 Baca Juga: Resmi Dibuka 14 Oktober! Ini Syarat Pendaftaran PPG Calon Guru 2025

Tips Efektif Menghadapi Cuaca Panas

Saat berhadapan dengan panasnya matahari dan suhu yang mencapai 34-36°C, Kementerian Kesehatan RI dan WHO menekankan pentingnya tindakan pencegahan.

Penting untuk minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter setiap hari supaya tidak dehidrasi, terutama bagi anak-anak, orang tua, dan perempuan hamil. Hindari minuman berkafein dan soda karena bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Pilihlah pakaian yang terbuat dari bahan ringan seperti katun, yang berwarna cerah, dan tidak terlalu ketat supaya tubuh tetap terasa sejuk.

Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi dan kenakan topi saat beraktivitas di luar, ulangi pemakaian setiap dua jam agar perlindungannya maksimal.

Hindari melakukan aktivitas berat di luar rumah antara pukul 10.00-16.00 karena pada saat itu suhu dan sinar UV paling tinggi. Jika harus keluar, bawalah payung atau carilah tempat yang teduh.

Makanlah buah dan sayur yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada yang memiliki kadar air hingga 90% untuk membantu menjaga hidrasi.

Pastikan untuk mencuci bersih buah dan sayur sebelum dimakan. Istirahat yang cukup dengan tidur minimal 8 jam setiap hari juga membantu tubuh untuk pulih dari efek panas dan menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

Jagalah kebersihan tangan dengan rutin, terutama di musim kemarau karena risiko terkena infeksi meningkat. Waspadai tanda-tanda heat stroke seperti pusing, mual, dan kulit kering, segera carilah tempat yang dingin dan minumlah air jika mengalami gejala tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
#Cuaca Panas