Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dua Jembatan Putus Diterjang Banjir, 1.500 Warga Situbondo Terisolasi Total

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:22 WIB
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga menggotong sepeda motor akibat jembatan putus diterjang banjir, Minggu (25/1).
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga menggotong sepeda motor akibat jembatan putus diterjang banjir, Minggu (25/1).

RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, Sekitar 1.500 warga Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, terisolasi akibat jembatan terputus dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Jalur tersebut merupakan akses utama warga, sehingga terputusnya jembatan memaksa aktivitas masyarakat terhenti sementara.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan kondisi warga di wilayah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur pascabencana sudah sangat memprihatinkan, membutuhkan penanganan cepat. Sedikitnya 1.500 jiwa terjebak tanpa akses keluar-masuk karena seluruh jembatan dan jalan penghubung terputus. “Di sana ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” kata Bupati Rio.

Dia menjelaskan, saat meninjau langsung ke lokasi, dirinya harus menyusuri alur sungai karena tidak ada lagi jalur darat yang dapat dilalui. Seluruh jembatan putus, sementara badan jalan hancur dan tidak bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

“Pendistribusian bantuan dan layanan dasar menjadi terbatas karena jembatan satu-satunya menuju desa tersebut putus dan tidak dapat dilewati kendaraan,” jelasnya.

Menurut Rio, wilayah yang terisolasi tersebut membuat distribusi bantuan dan layanan dasar sangat terbatas. Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menyalurkan bantuan. “Kami tetap melakukan penanganan darurat meskipun dengan berbagai keterbatasan,” tambahnya.

Untuk penanganan jangka berikutnya, Pemkab Situbondo akan segera menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung. “Karena tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Beby Syaifullah, menyebut terdapat dua jembatan yang putus di wilayahnya. Masing-masing berada di Dusun Wringin dan Dusun Krajan. Kedua lokasi tersebut telah dikunjungi aparat pemerintah daerah.

“Dampaknya, warga tidak bisa menyeberang dan tidak bisa lewat sama sekali. Akses keluar-masuk terputus, aktivitas warga, termasuk belanja kebutuhan pokok, menjadi terganggu,” ujar Beby.

Menurutnya, di Dusun Krajan saja terdapat sekitar 150 kepala keluarga yang terdampak. Selama ini, warga biasa berbelanja ke wilayah Wringinanom atau Kecamatan Jatibanteng, sementara untuk kebutuhan skala besar menuju kawasan Besuki. “Jalur ini satu-satunya akses. Tidak ada jalan pintas lain. Ini jembatan satu-satunya bagi warga Desa Patemon dan Dusun Krajan, Desa Wringinanom, untuk menuju pasar,” ucapnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#terisolasi banjir #banjir situbondo