RADARSITUBONDO.ID - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, PT KAI Commuter memberikan kebijakan khusus bagi para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL).
Penumpang kini diperbolehkan membatalkan puasa di dalam rangkaian kereta, dengan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Kelonggaran tersebut mengatur jenis makanan dan minuman yang diperkenankan saat berbuka. Penumpang hanya boleh mengonsumsi makanan ringan seperti air mineral dalam kemasan atau tumbler, kurma, roti, serta buah-buahan yang tidak menimbulkan aroma menyengat. Waktu berbuka di dalam KRL pun dibatasi maksimal satu jam setelah azan Magrib.
Baca Juga: Persib Wajib Menang 4-0 atas Ratchaburi demi Lolos ke Perempat Final
Sebaliknya, penumpang dilarang membawa makanan berat seperti nasi lengkap dengan lauk pauk, makanan siap saji, maupun minuman dan makanan beraroma tajam seperti kopi, sirup, minuman bersoda, hingga es buah. Pengguna jasa juga diimbau makan dan minum secukupnya agar tidak mengganggu penumpang lain di dalam gerbong.
Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, KAI Commuter menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis di sejumlah stasiun strategis.
Fasilitas tersebut tersedia di Stasiun Juanda, Jakarta Kota, Manggarai, Tanah Abang, dan Bekasi. Penumpang dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan membawa tumbler pribadi.
Baca Juga: Sejarah Panjang Perbedaan Awal Ramadan NU dan Muhammadiyah
Petugas akan menyampaikan informasi waktu berbuka puasa baik melalui pengumuman di dalam kereta maupun di area stasiun. Selain itu, seluruh pengguna KRL diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah hingga menemukan tempat sampah di stasiun tujuan.
Selama Ramadan, operasional KRL di wilayah Jabodetabek tetap berjalan normal dengan 1.063 perjalanan setiap hari. Penumpang juga dapat memantau jadwal serta tingkat kepadatan kereta melalui aplikasi KRL Access guna merencanakan perjalanan secara lebih efektif dan nyaman sepanjang bulan puasa.
Editor : Ali Sodiqin