Prabowo Ungkap Alasan Dunia Pelajari Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 14:13 WIB
Sekelompok siswa sedang mengangkut MBG.
Sekelompok siswa sedang menenteng MBG.

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik meningkatnya perhatian berbagai negara terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Indonesia.

Menurutnya, skala dan cakupan program tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat banyak negara ingin mempelajari implementasinya secara langsung.

Dalam pernyataannya saat menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), Prabowo menegaskan bahwa tidak banyak negara yang mampu menjalankan program serupa dengan jangkauan besar dan konsisten.

Baca Juga: Kompany Minta Suporter Bayern Penuh Energi di Allianz Arena Jelang Leg Kedua

"Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang ya kan, 5 kali seminggu, yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat di mana negara mana? Mungkin Tiongkok, tapi Tiongkok kita tahu dia sudah take-off lebih dulu dari kita," ujar Prabowo.

Ia menilai keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar dalam mengelola program sosial berskala nasional.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak merasa rendah diri terhadap kemampuan bangsa sendiri. Ia juga mengajak publik untuk tidak terus-menerus memandang bangsa lain lebih unggul tanpa melihat potensi dalam negeri.

Baca Juga: Strategi Baru Iran, Selat Hormuz Jadi Prioritas Diplomasi Global

Program MBG sendiri disebut telah memberikan dampak nyata di berbagai sektor, terutama bagi petani dan nelayan. Prabowo menjelaskan bahwa sebelumnya banyak hasil panen yang tidak terserap pasar, bahkan terbuang sia-sia akibat harga yang jatuh dan minimnya akses distribusi.

"Tapi kita sudah merasakan manfaatnya. Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli, begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil, puso, rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera, sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar off-take," jelasnya.

Dengan adanya program ini, hasil produksi masyarakat kini memiliki kepastian pasar. Pemerintah juga membangun infrastruktur pendukung di tingkat desa melalui SPPG dan dapur umum yang berfungsi sebagai pusat distribusi sekaligus pengolahan makanan.

Prabowo menambahkan bahwa keberadaan dapur-dapur tersebut tidak hanya mendukung program pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang kerja baru dalam jumlah besar. Ia menyebut satu dapur mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja.

"Berapa yang dia hasilkan berapa itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia. Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan kita tindak. Secara garis besar ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 orang bekerja. Kalau nanti sudah berjalan 30.000 dapur artinya 1,5 juta orang bekerja," imbuh Prabowo.

Program MBG pun dipastikan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target yang telah ditetapkan. Pemerintah melihat program ini sebagai salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Percontohan Global Prabowo Subianto Program MBG