BGN Instruksikan Guru Ikut Makan MBG Bersama Siswa, Ini Alasannya

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Sekelompok siswa sedang mengangkut MBG.
Sekelompok siswa sedang mengangkut MBG.

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan para guru untuk ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama siswa di sekolah.

Keterlibatan guru tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pelaksanaan program MBG di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi siswa.

Lebih dari itu, kegiatan makan bersama dapat menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan dan kedisiplinan siswa.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran Mal Nipah Makassar dan 7 Fakta Penting Lainnya

Menurut Sudaryono, ruang kelas nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Ruang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran mengenai adab saat makan, kedisiplinan ketika mengantre, hingga pentingnya menjaga kebersihan.

"BGN menginstruksikan Bapak/Ibu Guru ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di sekolah. Ruang kelas harus menjadi ajang edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan," terang Sudaryono melalui akun Instagramnya @sudaru_sudaryono, Senin (10/8).

Keikutsertaan guru dalam menyantap makanan MBG juga memiliki fungsi lain. Guru diharapkan dapat membantu memastikan makanan yang disajikan kepada siswa berada dalam kondisi layak untuk dikonsumsi.

Sudaryono menyebut guru dapat menjadi pihak terakhir yang melakukan pemeriksaan terhadap makanan sebelum dikonsumsi siswa. Karena itu, guru diminta tidak membagikan makanan apabila terdapat indikasi makanan tersebut tidak layak.

“Lebih dari itu, guru adalah penguji organoleptik terakhir. Jika makanan dirasa tidak layak, wajib hukumnya tidak dibagikan ke siswa,” tegasnya.

Baca Juga: Paolo Maldini Bongkar Negosiasi dengan Pep Guardiola untuk Timnas Italia

Selain meminta guru terlibat langsung dalam kegiatan makan bersama siswa, BGN juga menyiapkan aturan baru mengenai batas waktu konsumsi makanan MBG.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat upaya pencegahan risiko keamanan pangan.

Mulai pekan depan, setiap ompreng atau wadah makanan MBG akan dilengkapi label yang mencantumkan batas waktu makanan tersebut boleh dikonsumsi.

Dengan adanya informasi tersebut, penerima makanan dapat mengetahui batas waktu konsumsi yang telah ditentukan.

Sudaryono menegaskan makanan yang sudah melewati batas waktu konsumsi tidak boleh lagi dimakan.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk mencegah terjadinya keracunan akibat makanan yang dikonsumsi setelah melewati waktu yang ditetapkan.

"Jika waktu sudah terlewat, makanan haram untuk dikonsumsi, ini tahap awal mencegah keracunan," ungkapnya.

Baca Juga: Como 1907 Datangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea, Cesc Fabregas Semakin Percaya Diri

Sudaryono juga menyoroti kebiasaan sebagian siswa yang tidak langsung mengonsumsi lauk yang diberikan dalam menu MBG. Beberapa siswa disebut memilih menyimpan lauk seperti telur atau ayam untuk dibawa pulang dan diberikan kepada keluarga.

Menurut Sudaryono, keinginan tersebut pada dasarnya muncul dari niat baik.

Namun, makanan yang menjadi bagian dari program MBG tidak diperbolehkan dibawa pulang karena terdapat risiko penurunan kualitas makanan apabila tidak segera dikonsumsi sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian dari sisi keamanan pangan. Makanan yang kualitasnya telah menurun berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila tetap dikonsumsi.

"Banyak anak-anak kita yang saking baik hatinya, rela tidak memakan lauk telur atau ayam demi dibungkus dan dibawa pulang. Namun, sesuai petunjuk teknis keamanan pangan, makanan MBG dilarang dibawa pulang karena rentan menurun kualitas gizinya. Bahkan, amit-amit, bisa memicu keracunan," tegasnya.

Baca Juga: Jose Mourinho Siapkan Real Madrid untuk Musim Baru, Skuad Bakal Lebih Ramping

Karena itu, keterlibatan guru tidak hanya diperlukan ketika makanan MBG dibagikan kepada siswa. Guru juga memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sesuai ketentuan keamanan pangan.

Edukasi juga diminta diperluas kepada orang tua siswa. BGN meminta para guru menyampaikan alasan makanan MBG tidak boleh dibawa pulang serta menjelaskan risiko mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas waktu.

Sudaryono menilai pemahaman mengenai keamanan pangan perlu diberikan secara menyeluruh agar niat baik siswa maupun orang tua tidak justru menimbulkan risiko bagi kesehatan.

"Saya minta guru berikan edukasi kepada orang tuanya mengenai bahaya mengonsumsi makanan yang sudah lewat batas waktu. Niat yang baik harus dibarengi dengan prosedur keselamatan yang benar," pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Sudaryono MBG BGN guru