Ratas di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla dan Gempa NTT

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Hambalang untuk membahas Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Minggu (22/8). (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Hambalang untuk membahas Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Minggu (22/8). (Instagram/sekretariat.kabinet)

 

RADARSITUBONDO.ID - Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden membahas dua persoalan yang masih menjadi perhatian nasional, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perkembangan penanggulangan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rapat tersebut diikuti sejumlah menteri, pimpinan lembaga, hingga jajaran petinggi TNI.

Pertemuan digelar untuk mengevaluasi langkah pemerintah sekaligus memastikan instruksi Presiden terkait penanganan bencana di sejumlah wilayah berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Taurus dan Gemini Jadi Primadona 24 Agustus 2026, Zodiak Lain Wajib Waspada

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden memanggil sejumlah pejabat terkait untuk membahas beberapa persoalan strategis yang membutuhkan penanganan pemerintah.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis,” kata Teddy melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu (23/8) malam.

Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah evaluasi pelaksanaan instruksi Presiden terkait penanganan bencana di NTT.

Prabowo juga meminta perkembangan terbaru mengenai distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada tindak lanjut dukungan untuk wilayah Kalimantan dan NTT. 

Bantuan yang menjadi perhatian khusus merupakan dukungan yang dikirim melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Baca Juga: PSG Tertinggal 0-2, Ferran Torres Jadi Pahlawan dengan Dua Gol

Dalam rapat itu, sejumlah pimpinan TNI turut hadir. Mereka antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal M Tonny Harjono.

Teddy mengatakan, Presiden mengevaluasi kembali pelaksanaan dukungan yang sebelumnya telah diperintahkan pemerintah.

Evaluasi tersebut mencakup bantuan untuk wilayah terdampak di Kalimantan dan NTT, terutama dukungan yang dikirim menggunakan transportasi udara.

“Pada sesi pertemuan terakhir bersama panglima TNI dan kepala staf angkatan, presiden membahas tindak lanjut instruksi presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Teddy.

Baca Juga: BRImo Taiwan Resmi Meluncur, PMI Kini Lebih Mudah Kirim Uang ke Indonesia

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menambah 17 pesawat water bombing.

Penambahan armada tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemadaman, terutama di wilayah yang mengalami kebakaran dengan cakupan cukup luas.

Selain armada udara, pemerintah mengerahkan tambahan 1.500 personel lengkap dengan perlengkapan perorangan. Mereka disiapkan untuk memperkuat penanganan kebakaran di lapangan sekaligus membantu personel yang sebelumnya sudah diterjunkan.

Pemerintah juga menyiapkan 200 pompa beserta pipa. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran yang terjadi di bawah permukaan lahan gambut.

Penanganan lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam upaya mengendalikan karhutla. Api yang berada di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan peralatan dan penanganan yang lebih spesifik.

Sementara itu, dukungan pemerintah untuk NTT diarahkan pada proses rekonstruksi serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

Pemerintah masih melakukan penanganan terhadap dampak bencana sekaligus memastikan bantuan dapat diterima masyarakat.

Selain mengevaluasi penanganan bencana, Presiden juga memberikan apresiasi terhadap gerak cepat aparat di berbagai wilayah Indonesia.

"Serta apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia," jelas Teddy.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah ke Pasar Internasional, Keripik Pisang Sidoarjo Tumbuh Bersama BRI

Perhatian pemerintah terhadap karhutla menguat setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatra.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas wilayah yang terdampak karhutla secara nasional telah mencapai 72.798 hektare.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyebut Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan karhutla terbesar hingga Minggu (23/8). Area yang terdampak kebakaran di provinsi tersebut tercatat mencapai 38.310 hektare.

Besarnya luasan karhutla tersebut membuat pemerintah harus memperkuat penanganan di sejumlah titik. Dukungan personel, peralatan pemadaman, hingga pesawat water bombing menjadi bagian dari upaya untuk mengendalikan kebakaran.

Di tengah penanganan karhutla, pemerintah juga masih menghadapi dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT. Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Situasi di wilayah Flores belum sepenuhnya kembali normal karena aktivitas kegempaan masih terjadi setelah gempa utama. Ribuan gempa susulan tercatat dengan kekuatan yang beragam.

Gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,0. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak masih menjadi perhatian pemerintah.

Hingga akhir pekan lalu, tercatat sebanyak 5.688 gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Pada Minggu (23/8) saja, sedikitnya 130 gempa susulan kembali tercatat.

Rangkaian aktivitas kegempaan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mengevaluasi penanganan dampak gempa di NTT.

Selain memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, dukungan untuk proses rekonstruksi juga menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Gempa NTT Ratas Hambalang Prabowo Subianto karhutla