Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bobotoh Rusuh di GBLA, Persib Terancam Sanksi Berat AFC

Bayu Shaputra • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:30 WIB
Bobotoh memadati Stadion GBLA.
Bobotoh memadati Stadion GBLA.

RADARSITUBONDO.ID - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi malam kelam pada Rabu (18/2). Leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC berakhir ricuh meski tuan rumah meraih kemenangan 1-0.

Gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-40 sempat membangkitkan harapan publik tuan rumah. Namun kemenangan tersebut belum cukup membalikkan keadaan. Persib tetap tersingkir setelah kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand tersebut.

Situasi memanas sesaat setelah wasit Majed Al-Shamrani meniup peluit panjang tanda laga usai. Ratusan oknum suporter turun dari tribune dan melompati pagar pembatas menuju lapangan. Aksi tersebut memicu kepanikan di dalam stadion.

 Baca Juga: Tak Sengaja Minum Saat Puasa Ramadan, Apakah Batal?

Para pemain Ratchaburi FC yang tengah merayakan kelolosan mereka langsung berhamburan menyelamatkan diri ke ruang ganti. Suasana kian mencekam ketika suar dan kembang api dinyalakan di berbagai sudut stadion yang dipadati sekitar 30 ribu penonton. Ledakan petasan terdengar berulang kali, sementara asap tebal menyelimuti area lapangan.

Tak hanya itu, sejumlah kursi tribun dilaporkan terlepas dan beterbangan. Bahkan, wasit Majed Al-Shamrani sempat dikejar hingga ke lorong menuju ruang ganti oleh oknum suporter.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, terlihat geram. Ia bersama para pemain berupaya menenangkan situasi di tengah lapangan. Hodak menyayangkan tindakan segelintir orang yang merusak atmosfer pertandingan.

 Baca Juga: Bolehkah Pakai Lip Balm Saat Puasa? Ini Penjelasannya

“Malam ini ada 30 ribu suporter, 29.900 di antaranya fantastis. Tapi ada sekitar 100 orang yang merusak semuanya demi ego pribadi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Pihak Ratchaburi FC melalui akun media sosial resmi menyampaikan bahwa tim dan suporter mereka sempat tertahan di ruang ganti. Mereka baru dapat meninggalkan stadion beberapa jam kemudian dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan militer.

Insiden tersebut langsung menuai sorotan tajam dari media Thailand. Mereka menilai kejadian ini mencoreng citra sepak bola kawasan ASEAN.

Sementara itu, Persib terancam sanksi dari AFC, mulai dari denda hingga kemungkinan larangan menggunakan stadion kandang atau bermain tanpa kehadiran penonton pada laga internasional berikutnya.

Editor : Ali Sodiqin
#persib bandung #ACL 2