RadarSitubondo.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Situbondo tidak hanya menjadi sekolah pendidik.
Namun, juga berupaya agar siswa yang lulus bisa langsung bekerja. Untuk kepentingan itu, disediakanlah pembelajaran teaching factory (TEFA) yang dapat melatih keterampilan peserta didik.
Ada lima jurusan yang ada di SMKN 2 Situbondo. Yakni jurusan Teknik Audio Video, Jurusan layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving, jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, jurusan Akutansi serta Jurusan Desain dan Produksi Busana.
Kelima jurusan tersebut sudah berbasis TEFA yang tidak hanya mengajarkan anak didik tentang teori namun langsung praktek.
Kepala SMKN 2 Situbondo, Suyitno mengatakan, program pendidikan TEFA merupakan fasilitas belajar yang disediakan sekolah untuk memberikan bekal keterampilan terhadap peserta didik.
Bahkan, sekolah menggandeng perusahan yang berkompeten untuk memberikan pelatihan langsung.
“Teaching Factory (TEFA) kami di bawah bimbingan dari mitra industri. Jadi, dari pihak industri datang ke sini menularkan ilmunya. Seperti menghadirkan kebiasaan-kebiasaan yang ada diindustri,” ujarnya, Selasa (23/7) kemarin.
Dia mencontohkan, siswa yang menempuh jurusan akuntansi, guru tidak hanya fokus memberikan bekal teori, namun sekolah membuka unit usaha Bank SKANDASI yang bekerjasama dengan pihak perbankan.
Kemudian para siswa diajari untuk mengelola sebuah bank layaknya pegawai bank pada umumnya.
“Untuk transfer keuangan, kemudian pembelian token dan pembayaran lainnya, gopay dan sebagainya. Dan kami mengajak masyarakat yang ingin menabung di melalui bank SKANDASI yang dikelola SMKN 2 Situbondo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyitno menyebutkan, bagi siswa yang menempuh jurusan Jurusan ATPH (Agrobisnis tanaman pangan dan hortikultura) bekerjasama dengan perusahaan Benua Citra Asia dan pengusaha-pengusaha di bidang pertanian, serta balai besar vokasi di cianjur.
Di perusahaan tersebut bergerak dalam penghasil benih yang berupa benih buncis, benih padi, benih melon dan lainnya.
“Nanti Lulusan dari ATPH diharapkan bisa kompeten dibidang pertanian terutama masalah pembenihan,” ungkapnya.
Masih kata Suyitno, siswa jurusan TAV juga disediakan fasilitas yang dapat menunjang keterampilan siswa, seperti media radio kemudian broadcast dan persewaan alat alektro dan servis elektro.
Sedangkan untuk jurusan tata busa sendiri sekolah sudah menyediakan usaha produksi menjahit dan lainnya.
“Kami juga bikin usaha menyablon untuk siswa belajar nyablon. Lalu, nanti kita kembangkan pembuatan batik dan bekerjasama dengan beberapa industri batik di situbondo maupun luar kota,” tuturnya.
Selanjutnya, kata Suyitno, yang tidak kalah penting juga siswa yang menempuh jurusan layanan penunjang keperawatan dan caregiving disediakan fasilitas belajar yang mumpuni.
Yakni sekolah bekerjasama dengan pihak rumah sakit untuk memberikan bekal pengalaman sebagi tenaga kesehatan.
Suyitno menambahkan, inovasi yang dikembangkan SMKN 2 Situbondo ingin mempersiapkan para peserta didik memiliki bekal keterampilan sekaligus meningkatkan bakat yang dimiliki. Sehingga ketika lulus sudah siap bekerja.
“Kami membantu siswa vokasi dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin