RadarSitubondo.id – Kegiatan pembelajaran yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 16.00 WIB atau full time mulai dikeluhkan wali murid di Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Durasi panjang belajar itu diakui tidak banyak merubah hasil raport. Justru mental dan kesehatan anak dikhawatirkan terganggu. Sebab, setiap pulang sekolah mengeluh capek.
Salah satu wali murid, Budi Hartono menceritakan, setiap anaknya yang kelas XII itu pulang sekolah selalu mengeluh capek.
Alasannya di sekolah banyak menghabiskan waktu belajar sejak pagi hari hingga sore hari.
“Keluhan capek sudah lama. Cuma akhir-akhir ini saya mulai khawatir, takut terjadi apa-apa dikemudian hari,” ujarnya, Senin (21/10).
Hartono menyampaikan, dirinya tidak banyak mengomentari jika anaknya tiba di rumah langsung tidur atau bermain game.
Sebab, jika dilarang khawatir membuat dirinya kesal dan semakin tertekan lantaran tidak ada waktu luang untuk beristirahat.
“Sekarang kalau di rumah sudah jarang belajar. Yaitu tadi, sampai rumah kadang tidur atau main game. Memang sengaja saya biarkan supaya punya banyak waktu istirahat di rumah,” jelasnya.
Dikatakan, saat ini tidak khawatir jika nilai yang diperoleh anaknya turun. Justru yang diresahkan ketika kondisi mental dan kesehatan anaknya terganggu.
Sehingga sekolah perlu memperbaiki kualitas pendidikan yang lebih memperhatikan kondisi para siswa.
“Kalau dibandingkan dulu masih SMP sama sekarang SMA terkait nilainya itu tidak ada perubahan yang signifikan, hanya jenjangnya saja yang beda. Saya kira ketika sekolah menerapkan sistem belajar satu hari penuh dapat merubah prestasi anak, tetapi sama saja,” ungkapnya.
Dia berharap, sekolah mengkaji ulang sistem pembelajaran yang berlaku saat ini. Sebab, untuk meningkatkan kualitas peserta didik bukan menambah jam pelajaran, namun yang terpenting kualitas pembelajaran dari guru ke siswa yang paling penting.
“Saya rasa guru paham dengan sistematika pembelajaran yang efektif. Sehingga saat ini yang dibutuhkan adalah kualitas pembelajaran bukan waktu belajar di sekolah yang lama,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin