RADARSITUBONDO.ID - Pertandingan perempat final Liga Juara-Juara Asia Elit (ACLE) antara Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Al-Ahli diwarnai insiden serius yang melibatkan penyerang Jairo da Silva. Pemain tersebut terpaksa ditarik keluar lapangan lebih cepat setelah mengalami cedera pada bagian wajah dalam laga yang berlangsung sengit.
Momen itu terjadi menjelang pertengahan babak pertama. Pada menit ke-36, Ali Majrashi berusaha menghalau bola menggunakan sepakan gunting. Namun, upaya tersebut justru mengenai wajah Jairo hingga membuatnya terjatuh. Insiden itu langsung memicu kepanikan di lapangan.
Situasi cemas tak terhindarkan. Tim tandu dari medis yang tak kunjung masuk ke dalam lapangan untuk memberikan penanganan darurat kepada Jairo yang tampak tak sadarkan diri, membuat para pemain Johor marah hingga mengambil tandu sendiri.
Setelah mendapat perawatan awal, ia akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan. Pada menit ke-39, pemain tersebut diusung keluar lapangan dan digantikan oleh Ager Aketxe.
Baca Juga: Toserba KDS Situbondo Serap 220 Tenaga Kerja! UMKM Lokal Ikut Melejit Naik Kelas
Wasit yang memimpin pertandingan mengambil keputusan tegas atas pelanggaran tersebut. Ali Majrashi diganjar kartu merah, membuat Al-Ahli harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Keputusan itu sekaligus mengubah dinamika permainan yang sebelumnya berjalan seimbang.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang 1-1. Gol pembuka tercipta dari gol bunuh diri Ali, sementara Al-Ahli menyamakan kedudukan melalui Franck Kessie.
Memasuki babak kedua, Al-Ahli berhasil comeback di menit ke-54 berkat gol dari Galeno. Hasil ini membuat Johor Darul Takzim FC tersingkir dari gelaran Liga Champions Elite AFC, sementara Al-Ahli berhasil melaju ke babak semifinal.
Editor : Bayu Shaputra