RADARSITUBONDO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi pusat perhatian menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Kali ini, ia diterpa tuduhan tengah menggalang dukungan politik dari sejumlah anggota federasi demi mempertahankan posisinya sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola dunia tersebut.
Sorotan tersebut muncul setelah laporan yang menyebut Infantino diduga menawarkan peluang kepada Maroko untuk menjadi tuan rumah partai final Piala Dunia 2030.
Tawaran itu disebut berkaitan dengan Stadion Hassan II di Casablanca yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan dirancang memiliki kapasitas sekitar 115 ribu penonton.
Stadion tersebut sebelumnya memang beberapa kali disebut sebagai salah satu kandidat kuat lokasi pertandingan final Piala Dunia 2030.
Baca Juga: Christian Norgaard Ungkap Alasan Tinggalkan Arsenal dan Pilih Everton
Isu tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak di lingkungan FIFA. Sejumlah anggota federasi dilaporkan mempertanyakan langkah Infantino, bahkan muncul desakan agar ia tidak lagi melanjutkan kepemimpinannya di FIFA.
Tekanan terhadap Infantino juga disebut meningkat setelah usulan proyek FIFA Forward Enterprise mendapat kritik dari berbagai kalangan.
Program tersebut dinilai terlalu mengedepankan aspek komersial dan dianggap mulai menjauh dari model nirlaba yang selama ini menjadi karakter organisasi FIFA.
Meskipun pada akhirnya usulan tersebut dibatalkan, kritik terhadap kepemimpinan Infantino tidak mereda dan justru terus berkembang.
Di tengah situasi tersebut, Infantino disebut melakukan perjalanan ke Maroko untuk menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat sepak bola setempat.
Langkah itu dilakukan setelah ia dikabarkan kehilangan sebagian dukungan dari anggota FIFA menjelang Kongres FIFA 2027.
Laporan yang beredar juga menyebut Arab Saudi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Infantino di FIFA, belum secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pencalonannya pada pemilihan mendatang.
Kondisi tersebut disebut membuat Infantino berupaya memperluas basis dukungan, termasuk melalui pendekatan kepada Maroko.
Dalam kunjungannya ke Rabat, Infantino dikabarkan bertemu dengan pejabat senior Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF).
Pertemuan itu disebut berkaitan dengan pembahasan peluang Maroko menjadi tuan rumah pertandingan final Piala Dunia 2030 sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun dukungan politik menjelang Kongres FIFA pada Maret 2027.
Namun, FIFA segera memberikan bantahan atas kabar tersebut. Melalui pernyataan resminya, organisasi itu menegaskan belum ada keputusan apa pun terkait lokasi pertandingan final Piala Dunia 2030.
"Adalah salah dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa presiden FIFA telah membuat janji apa pun terkait penyelenggaraan final Piala Dunia FIFA 2030. Keputusan akan dibuat oleh FIFA pada waktunya," tulis pernyataan FIFA.
Baca Juga: Ayah Kandung dan Paman Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Situbondo Divonis 20 Tahun Penjara
Meski demikian, laporan lain menyebut sejumlah sumber di Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan Casablanca menjadi tuan rumah final Piala Dunia memang telah berlangsung.
Di sisi lain, pejabat sepak bola Spanyol menyatakan mereka tidak menerima informasi apa pun yang mengindikasikan adanya perubahan rencana mengenai lokasi pertandingan final.
Federasi Maroko juga dilaporkan membantah mengetahui adanya kesepakatan resmi terkait penunjukan tuan rumah laga puncak tersebut.
Perdebatan mengenai lokasi final Piala Dunia 2030 menjadi semakin menarik karena Spanyol juga terus berupaya mengamankan status sebagai penyelenggara pertandingan penutup turnamen edisi istimewa tersebut.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Rafael Louzan berulang kali menegaskan bahwa negaranya masih menjadi kandidat utama untuk menggelar laga final Piala Dunia 2030.
Stadion Santiago Bernabeu disebut sebagai pilihan utama untuk menjadi venue pertandingan puncak dalam perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Sejumlah laporan lokal di Spanyol bahkan menilai bantahan resmi FIFA menjadi bukti bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai stadion maupun negara yang akan menjadi tuan rumah pertandingan penentu juara.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber