radarsitubondo.id- Andai tahun depan jalan tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo – Banyuwangi tuntas sampai Pelabuhan Ketapang, maka warga Surabaya hanya akan butuh waktu sekitar 3 jam untuk menjangkau Pantai Marina boom Banyuwangi.
Jika biasanya berkuda identik dengan tempat wisata mewah dan harga mahal, berbeda dengan yang ditawarkan di Pantai Marina Boom, Banyuwangi.
Di pesisir dengan hamparan pasir abu-abu yang luas, pengunjung bisa menikmati sensasi menunggang kuda di atas lautan pasir pantai hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu!
Berada di sisi timur Pulau Jawa, Pantai Marina Boom yang dulu dikenal sebagai THR Banyuwangi ini tak hanya dikenal dengan panorama matahari terbitnya yang eksotis.
Kini, daya tarik baru hadir dengan keberadaan wahana berkuda yang siap memanjakan wisatawan, baik anak-anak maupun dewasa.
Dengan latar belakang lautan luas dan angin sepoi-sepoi khas pantai timur Jawa yang langsung berhadapan dengan Pulau Bali, pengunjung diajak menyusuri garis pantai sambil menunggang kuda yang telah dilatih secara khusus.
Rute yang ditempuh sejauh 300 meter menyajikan pengalaman unik, sesnasi menunggang kuda dengan nuansa pesisir yang kental.
Awalnya sasaran penumpang kuda ini untuk pengunjung anak-anak.
Tapi ternyata orang dewasa juga banyak yang tertarik dan berminat.
Sehingga pemilik kuda pun membuka layanan untuk umum, dan tetap dengan harga yang terjangkau.
Harga murah meriah itu per orang sudah termasuk pemandu kuda yang siap menemani bagi mereka yang belum pernah naik kuda sebelumnya. Tak
hanya itu, pengunjung juga diperbolehkan berfoto di atas kuda dengan latar lautan, menjadikannya aktivitas favorit bagi para pemburu konten media sosial.
“Worth it banget buat pengalaman naik kuda pertama saya,” kata Shofi, remaja asal Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Wahana berkuda ini buka setiap hari mulai pagi hingga menjelang senja, terutama ramai pada akhir pekan dan musim liburan.
Meski murah, keselamatan tetap jadi prioritas. Setiap kuda dilengkapi pelana standar dan tali pengaman, serta didampingi oleh pemandu yang juga sekaligus pemilik kuda. (*)
Editor : Bayu Saksono