Influenza Merebak di Situbondo, Sekolah Boleh Gelar KBM Daring jika Absensi Tinggi

RADARSITUBONDO.ID – Lonjakan ketidakhadiran siswa akibat sakit menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo di tengah penyebaran influenza. Sekolah diperbolehkan mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke sistem daring apabila kondisi di lingkungan pendidikan dinilai berisiko, tetapi pembelajaran online belum diwajibkan untuk seluruh sekolah.
Kepala Dispendikbud Situbondo, Sopan Efendi, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran sebagai langkah antisipasi penularan influenza di kalangan pelajar. Penerapan pembelajaran daring akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah, terutama jika jumlah siswa yang tidak masuk karena sakit meningkat.
“Kami sudah membuat surat edaran untuk lembaga terkait sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit tersebut,” katanya.
Untuk memantau situasi, Dispendikbud melalui Kepala Seksi SMP, Nurin, melakukan pendataan tingkat kehadiran siswa di sekolah. Data absensi menjadi salah satu pertimbangan untuk melihat potensi penyebaran influenza dan menentukan langkah yang diperlukan.
Sopan menyebut, berdasarkan laporan sekolah selama tiga hari berturut-turut, tingkat ketidakhadiran siswa masih dalam kondisi yang memungkinkan pembelajaran berlangsung normal. Karena itu, belum ada instruksi agar seluruh satuan pendidikan beralih ke sistem daring.
“Data dari sekolah menunjukkan, tingkat absensi siswa selama tiga hari berturut-turut masih aman untuk tetap melaksanakan pembelajaran secara normal,” imbuhnya.
Kepala Sekolah Bisa Menentukan Metode Belajar
Nurin menjelaskan, Dispendikbud akan berkoordinasi dengan sekolah apabila ditemukan tingkat absensi tinggi akibat banyak siswa sakit. Koordinasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon untuk mengetahui kondisi terkini dan menentukan langkah yang sesuai.
Keputusan melaksanakan pembelajaran tatap muka atau daring diserahkan kepada kepala sekolah dengan mempertimbangkan situasi di lingkungan pendidikan masing-masing.
“Untuk sekolah yang absensinya tinggi, kami berkoordinasi melalui telepon. Kami menyerahkan kebijakan kepada kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran luring maupun daring,” terangnya.



