Move On dari Trio Firmansah, Virgil van Dijk: Tidak Ada yang Bisa Meniru Mo Salah

RADARSITUBONDO.ID - Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, meminta barisan penyerang timnya menjaga konsistensi setelah klub resmi memasuki era baru tanpa Mohamed Salah. Kemenangan 2-0 atas Brighton & Hove Albion pada Minggu (25/10/2026) menjadi sinyal positif bahwa kombinasi pemain anyar Liverpool mulai menemukan ritme dan kecocokan permainan.
Dalam laga di Anfield tersebut, Alexander Isak sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menuntaskan umpan matang Bradley Barcola. Satu gol lainnya tercipta melalui tembakan Florian Wirtz yang berbelok arah setelah membentur Pascal Groß dan berbuah gol bunuh diri. Tambahan tiga poin ini mengerek posisi Liverpool naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris.
Van Dijk menegaskan skuad The Reds tidak boleh terus-menerus terjebak nostalgia membandingkan kekuatan tim saat ini dengan era keemasan Mohamed Salah, Sadio Mané, dan Roberto Firmino. Bek asal Belanda itu menuntut barisan penyerang yang kini menghuni Anfield untuk membuktikan kualitas secara konsisten di setiap pertandingan.
Van Dijk: Kontribusi Mo Salah Mustahil Ditiru
Salah resmi meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026, setahun lebih cepat dari durasi kontrak aslinya. Bintang asal Mesir itu menutup pengabdian panjangnya di Merseyside dengan torehan spektakuler 257 gol dari 442 penampilan di semua kompetisi. Dalam sejarah panjang klub, hanya dua legenda, Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol), yang mengoleksi gol lebih banyak.
Kontribusi Salah melampaui sekadar catatan statistik. Selama bertahun-tahun, ia menjadi tumpuan utama lini serang sekaligus poros kesuksesan The Reds merengkuh deretan trofi bergengsi. Van Dijk mengakui mencari figur pengganti dengan kaliber serupa bukanlah perkara mudah.
"Apa yang dilakukan Mo selama bertahun-tahun sebagai pemain sayap, saya rasa tidak ada yang bisa menirunya," ujar Van Dijk.
Meski menaruh hormat setinggi langit pada warisan generasi Mané, Firmino, dan Salah, sang kapten menegaskan klub harus terus melangkah maju. Generasi anyar memiliki tanggung jawab untuk mengukir sejarah mereka sendiri.
"Kami bisa saja berpikir bahwa dulu semuanya lebih baik. Namun, itu bukan mentalitas yang seharusnya dimiliki klub sebesar Liverpool," tegas bek tengah berpostur jangkung tersebut.
Kombinasi Isak dan Barcola Kian Menjanjikan
Salah satu progres paling nyata dalam laga kontra Brighton adalah padunya koneksi antara Isak dan Barcola di sepertiga akhir lapangan. Kerja sama taktis keduanya terbukti efektif membongkar pertahanan lawan, ditopang visi bermain Wirtz yang kian matang.
Kedalaman skuad racikan pelatih Andoni Iraola kian menjanjikan dengan kehadiran Cody Gakpo serta talenta muda Rio Ngumoha. Rotasi ini memberi keleluasaan taktis bagi tim pelatih untuk menyusun formula serangan yang dinamis.



